Halo Pintarian,

Akhir-akhir ini banyak sekali berita di media mengenai ijazah palsu. Berbagai kasus terjadi dan bagi beberapa orang dan institusi pendidikan sampai harus berurusan dengan hukum lho! Nah kali ini rasanya perlu kita ketahui dan pahami dengan benar bagaimana cara mengecek ijazah asli agar tidak tertipu.

Maraknya kasus ijazah palsu baru-baru ini harus semakin membuat kita berhati-hati. Sebagai salah satu dokumen persyaratan yang harus dilengkapi dalam melamar kerja, ijazah harus dipastikan agar benar-benar asli agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Meski terkadang perbedaan ijazah asli dan palsu sulit dilihat.

Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu coba untuk bias mengecek apakah itu ijazah asli atau ijazah palsu;

Pertama, sebagai langkah awal untuk memastikan keabsahan ijazah kita, periksa dulu ijazah kita dengan melakukan verifikasi melalui SIVIL. Sistem online resmi milik pemerintah yang dapat diakses di situs ijazah.ristekdikti.go.id/ ini memungkinkan kita untuk melakukan verifikasi dengan mudah dan cepat. Kita cukup memasukkan nama Perguruan Tinggi, Nomor Ijazah, dan angka pengaman yang benar.

Kedua, ketika kita menemukan kejanggalan dalam proses verifikasi, langkah selanjutnya adalah menghubungi Perguruan Tinggi yang menerbitkan ijazah kita. Bisa jadi, kejanggalan itu sekedar hanya karena data pribadi kita belum dilaporkan ke PD-DIKTI. Karena era digital menuntut kita untuk selalu presisi mengenai data, maka segala kejanggalan mengenai data bisa dirunut penyebabnya.

Ketiga, seorang Manager HRD (Human Resouce Department) bisa berkontribusi untuk mengecek ijazah. Sayangnya, secara umum cara mengecek ijazah asli yang dilakukan oleh berbagai perusahaan kurang maksimal karena selain ijazah, ada banyak lagi dokumen yang harus diperiksa keabsahannya. (Baca juga: kuliah sambil kerja)

Keempat, cara mengecek ijazah asli ada beberapa hal yang melibatkan fisik (Ijazah yang di print). Sebelum menilai, perhatikan saja dulu form kertas ijazah. Kertas ijazah yang asli dikeluarkan oleh perusahaan kertas milik negara yang kemudian diberi tanda khusus berupa logo atau hologram. Kualitas dan ciri-ciri kertas ini sudah ditentukan oleh pemerintah, jadi kita hanya perlu memeriksa ketentuan itu saja.

Cara mengecek ijazah asli ini perlu kita pahami bersama agar kita terhindar dari permasalahan hukum. Pintarian tentu tidak ingin di kemudian hari terganjal pasal 263 dan 264 KUHP tentang pemalsuan data otentik kan. Mudah-mudahan kita juga terhindar dari oknum-oknum yang berusaha mengambil keuntungan.

Nah Pintarian, sudah bisa melihat perbedaan ijazah asli dan palsu?