Indonesia telah memasuki era digital yang dikenal dengan Trend Revolusi Industri 4.0. Di era revolusi industri ini, akan ada lima sektor industri yang jumlah peminatnya paling banyak di seluruh dunia, yaitu industri makanan-minuman, industri kimia, industri otomotif, industri elektronik, dan industri tekstil.

Dengan adanya revolusi industri 4.0, semua transaksi dan aktivitas telah bergerak ke arah digital. Para pemain di kelima sektor industri tersebut mulai menggunakan platform digital untuk otomatisasi jual beli.

Hal ini tentu saja berdampak positif dan negatif bagi SDM di Indonesia. Sisi positifnya adalah, semua pekerjaan jadi lebih mudah dan praktis karena dikendalikan secara canggih dan dengan bantuan digital. Namun revolusi industri 4.0 juga membuat sedikit rasa ketar-ketir di hati, “Dengan semua perubahan era digital ini, mungkin nggak sih pekerjaan kita digantikan oleh robot?”

Trend revolusi industri 4.0 telah membuat daya saing pekerja tidak hanya berupa manusia, namun juga mesin dan robot pintar.

Studi yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute menyatakan bahwa di tahun 2030 nanti, sebanyak 375 pekerjaan akan tergantikan oleh mesin. Terutama pekerjaan yang bersifat fisik. Situs Mashable juga mengeluarkan 9 bidang pekerjaan yang mungkin tergantikan oleh robot. Diantaranya adalah:

  1. Teller Bank
  2. Kasir
  3. Resepsionis
  4. Tukang Pos
  5. Travel Agent
  6. Juru Ketik
  7. Reporter
  8. Data Entry
  9. Telemarketer

Namun perlu diingat, pekerjaan yang membutuhkan kemampuan kreativitas tinggi tidak akan mudah tergantikan oleh robot pintar sekalipun.

Melalui revolusi industri 4.0 inilah, para generasi muda dapat menguasai berbagai keahlian, kemampuan komunikasi, dan bersosialisasi agar bisa menjadi seorang wirausaha di bidang digital.

Di era otomatisasi serba praktis ini, memang besar kemungkinan robot pintar dan mesin menggantikan tugas manusia biasa di lapangan. Tapi untuk membuka lapangan kerja produktif yang mengusai teknologi dan informasi, tetap dibutuhkan manusia dengan akal sehatnya.

Jika upaya Ini berjalan lancar dan semakin banyak wirausaha digital dicetak di Indonesia, maka pemerintah telah menuntaskan target untuk mewujudkan bangsa ini sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Untuk mencapai target ini, pemerintah pun tidak tinggal diam. Sejumlah gedung inkubasi sudah difasilitasi oleh pemerintah bagi pelaku startup, seperti Bandung Techno Park, Bali Creative Industry Center, dan Makassar Technopark.

Jangan pernah takut pekerjaanmu tergantikan oleh robot. Secanggih-canggihnya sebuah mesin, kemampuan sosial dan kreativitas manusia masih sangat dibutuhkan di era digital ini. Nah untuk menghadapi perubahan ini, tidak adalahnya kalau kamu menambah skill yang berguna untuk pekerjaan kamu. Misalnya belajar Bahasa Asing, ilmu baru dan lain sebagainya. Pintaria.com hadir untuk membantu kamu yang ingin belajar, cari tahu yuk apa saja yang bisa dipelajari di sini