I hate Monday’, sebuah kalimat yang familiar bagi mereka yang berkecimpung di dunia kerja. Jika ini yang kamu rasakan setiap Senin datang, ini bisa jadi tanda jelas bahwa kamu membenci pekerjaanmu. Rasanya berat sekali harus mengerjakan kembali rutinitas yang kamu tidak suka selama lima hari ke depan sebelum akhir pekan berikutnya tiba. Sepertinya, ini saatnya kamu pindah profesi, Pintarian.

Ganti karier di tengah jalan tidak melulu karena alasan gaji yang tidak cukup atau karena sudah lama bekerja di sebuah perusahaan, tapi juga karena hati tak bisa dibohongi. Bagaimanapun, terkadang kamu ragu untuk alih profesi karena kariermu menawarkan ‘rasa aman’ berupa penghasilan yang besar tiap bulan, benefit yang banyak, serta pekerjaan tetap. Haruskah saya ganti profesi, atau sebaiknya saya bertahan saja?

Pertimbangan Sebelum Pindah Profesi

Sebelum kamu memutuskan untuk ganti profesi, cek dulu apakah kamu mengalami salah satu dari lima tanda ini:

  1. Kamu sering merasa capek, stres, dan mudah sakit.
  2. Kamu mahir di pekerjaanmu tapi tidak merasa antusias. Dengan kata lain, kamu bekerja tanpa passion seperti robot
  3. Gajimu memadai, tapi kamu masih merasa bosan dan ‘kosong’. Atau, alasan kamu masih bekerja di perusahaan ini hanya karena ‘yang penting dibayar’. Kamu tidak tertarik mengerjakan lebih serta tak peduli pada kualitas dan kepuasan.
  4. Kamu merasa kariermu tidak mengarah kepada tujuan dan mimpi di masa depan. Kamu juga menganggap bahwa bakat dan kemampuanmu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih baik
  5. Kamu sudah lama ingin resign dan sering membayangkan pekerjaan selain profesi kamu saat ini
  6. Pekerjaanmu sampai menghancurkan hubungan dengan keluarga

Tips Menemukan Karier Impian

Jika kamu menemukan satu saja tanda di atas, pindah profesi bisa jadi langkah yang bijak. Kamu belum tahu ingin ganti ke profesi apa? Nah, Pintaria.com punya tips untuk kamu:

  1. Jangan lakukan sendirian

Kamu butuh rekan sejawat, pembimbing, dan tim yang akan mendukungmu untuk melakukan perubahan besar dalam perjalanan kariermu. Coba cari orang yang juga ingin beralih profesi di perusahaanmu. Kamu mungkin juga perlu mengikuti pelatihan karier. Selain itu, berusahalah untuk bertemu dengan tipe-tipe orang yang berbeda. Hasilnya, kamu akan mendapatkan ide dan koneksi baru yang bisa berdampak positif pada kariermu.

  1. Aksi, jangan hanya prediksi

Untuk menemukan karier yang lebih cocok untukmu, kamu perlu menjalani berbagai profesi berbeda. Tak masalah jika kamu tidak langsung menemukan profesi yang sesuai kata hati. Sebab, dengan melakukan hal tersebut, kamu membuka peluang untuk menemukan karier sesuai passion dan tidak sekadar menebak-nebak.

  1. Bangun koneksi

Mencari pekerjaan lewat situs lowongan kerja memang mudah. Namun, CV tak bisa menggambarkan dirimu secara utuh. Bangun koneksi dengan orang-orang yang kariernya tampak menarik bagimu. Tunjukkan antusiasme dan keinginan untuk belajar. Jadi, walaupun pengalamanmu di perusahaan saat ini berbeda dengan profesi yang kamu inginkan sehingga kamu dianggap tidak qualified secara CV, koneksi akan membantumu untuk mendapatkan pekerjaan itu.

Pintaria.com bisa membantumu di dunia kerja dengan memberikan informasi jenis pekerjaan yang sedang banyak dicari. Kamu juga bisa mencari lowongan pekerjaan di Pintaria.com sesuai industri, subjek, dan peminatan yang kamu inginkan. Mengubah profesi di tengah jalan? Bisa!