Banyak orang merasa penting untuk menguasai kemampuan berbicara dan mengabaikan keterampilan mendengar. Padahal keterampian mendengar sangat penting untuk memahami informasi, membangun hubungan dengan orang lain, dan sangat terkait dengan kemampuan menyelesaikan masalah. Berikut  tips untuk meningkatkan keterampilan mendengar yang dikutip dari Forbes.com.

 

Lakukan Kontak Mata

Saat mendengarkan orang berbicara, usahakan untuk melihat ke arah wajah sang pembicara dan lakukan kontak mata. Ini akan membuat si pembicara merasa dihargai dan kamu pun lebih gampang memahami apa yang ingin disampaikannya. Mungkin kamu merasa malu atau tidak sopan.

Di sejumlah budaya mungkin juga dianggap tabu. Tentu saja kamu tak perlu terus-terusan memeloti pembicara. Lakukan secara sopan dan tidak menyolok atau menantang. Intinya adalah kamu memberi perhatian pada apa yang disampaikan dan ingin memahami isi pesan dengan baik.

 

Pikiran Terbuka

Seraplah informasi yang kamu dengar dan resapkan. Cobalah untuk memahami keseluruhan pesan yang ingin disampaikan. Jangan langsung membuat kesimpulan hanya dari mendengar kalimat sepotong-sepotong. Dengan menyimak seluruh informasi, kamu akan mudah menemukan solusi dari sebuah permasalahan.

 

Lakukan Visualisasi

Ketika mendengar, ajak pikiran kamu untuk membayangkan. Perhatikan apa kata kunci yang ditekankan dalam suatu pembicaraan. Misalnya pembicara sedang menerangkan soal pentingnya mengelompokkan audience sesuai umur, maka bayangkanlah kamu sedang menghadapi suatu kelompok yang terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Dengan membuat visualisasi di benak, kamu akan lebih mudah memahami isi pesan dan lebih gampang pula mengingatnya.

 

Perhatikan Bahasa Tubuh

Pepatah mengatakan, komunikasi bukan hanya soal informasi yang disampaikan secara verbal, tetapi juga tentang apa yang tidak terkatakan oleh lisan. Mulailah belajar memahami pesan nonverbal seperti air muka, isyarat mata atau gerakan-gerakan lain yang disampaikan oleh pembicara. Petunjuk-petunjuk semacam itu biasanya memberi penekanan dan menyampaikan sisi emosional pembicara. Dengan memahami ‘perasaan’ orang lain, kita akan lebih mudah memahami isi pesan dan bisa berempati.

 

Bertanyalah!

Jangan lewatkan kesempatan untuk bertanya. Bila ada hal-hal yang kurang dimengerti tanyakan saja. Tidak perlu malu atau takut dianggap bodoh karena bertanya. Lebih baik bertanya daripada dianggap sok tahu lalu sesat di jalan bukan?