Ujian atau tes adalah salah satu cara yang dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan selama proses belajar berlangsung. Sistem pendidikan tinggi di Indonesia umumnya menerapkan sistem ujian utama sebanyak dua kali dalam satu semester. yaitu ujian tengah semester atau biasa disingkat UTS dan ujian akhir semester (UAS). Di luar itu ada bentuk evaluasi lainnya seperti kuis kecil di akhir sesi, tugas mandiri serta tugas kelompok. Hal berikut ini perlu kamu ketahui agar siap menghadapi ujian.

Target Pencapaian

Pada kuliah konvensional, materi yang diulang-ulang oleh pengajar bisa menjadi petunjuk apa yang harus kamu kuasai. Pada sistem blended learning, target pencapaian siswa biasanya dijelaskan pada modul-modul yang diberikan. Kamu perlu memahami apa saja yang wajib dikuasai. Cari tau apa yang menjadi highlight pada setiap chapter atau bagian. Biasanya hal tersebut dijelaskan pada bagian pembukaan dan summary (ringkasan). Kuasailah dengan baik apa yang menjadi intisari. Pelajari juga contoh-contoh kasus yang diberikan. Itu bisa menjadi panduan dalam menjawab sebuah pertanyaan terbuka.

Kenali Bentuk Soal

Umumnya, soal ujian terbagi dalam 2 jenis yaitu berupa pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka. Pada jenis pertanyaan tertutup kita diberikan pilihan jawaban. Kamu harus memilih jawaban yang paling tepat di antara pilihan-pilihan yang tersedia. Meski terkesan gampang, jangan anggap remeh karena soal jenis ini biasanya bersifat menjebak. Pilihan jawaban mirip-mirip sehingga dibutuhkan ketelitian dan kejelian tinggi. Pertanyaan terbuka biasanya berbentuk esai atau studi kasus. Kamu diminta menjelaskan suatu konsep sesuai pemahaman. Pada jenis soal seperti ini, kamu harus menjawab dengan penjelasan yang sistematis dan logis. Semakin banyak berlatih, kamu akan lebih siap menghadapi ujian.

Sistem Penilaian

Pada setiap tes atau ujian, biasanya dijelaskan sistem penilaian yang diterapkan oleh penguji. Ada pembobotan berdasarkan berat-ringan soal yang biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase. Tak jarang pula yang menerapkan sistem pengurangan nilai untuk soal-soal yang tidak dijawab. Cermati baik-baik aturan mainnya sehingga kamu bisa berstrategi dalam menjawab soal-soal ujian.

Persiapan Fisik dan Mental

Bagian ini penting dan tidak bisa dianggap sepele. Dalam banyak kasus, kegagalan ujian bukan hanya karena tidak menguasai materi, tapi bisa juga karena kita memandang remeh persiapan fisik dan mental. Mendekati musim ujian, kebiasaan begadang sebaiknya ditinggalkan dulu. Sudah banyak penelitian menjelaskan bagaimana pengaruh kurang tidur pada kemampuan berpikir. Kita menjadi sulit berkonsentrasi, mudah panik dan stres. Hal-hal semacam ini bisa menghambat kemampuan kita memahami pertanyaan, menganalisis dan menjawab pertanyaan ujian.

Perhatikan pula asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi tubuh yang fit akan meningkatkan daya tahan kamu menghadapi soal-soal ujian. Ingat kata pepatah, di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran yang kuat. Jangankan sakit, saat perut lapar saja, konsentrasi sangat mudah buyar.