Berbagai hal positif menjadi tolak ukur pentingnya profesi Manajemen dalam dunia kerja. Dari nilai penghasilan yang tinggi sampai kesempatan untuk berkarier sampai ke posisi yang diinginkan.

“Gelar akademis di bidang Manajemen melengkapi wawasan saya dalam bidang manajerial dan ekonomi. Dengan suasana belajar yang kondusif di universitas, kita bisa memperoleh banyak ilmu dari berbagai tenaga pengajar profesional dan kompeten di bidangnya”. Demikian penuturan seorang lulusan Magister Manajemen mengenai bidang profesi dan pendidikannya.

Tanpa pendidikan formal, kemajuan karier tentu tetap bisa dicapai namun dengan gelar akademis hal itu relatif bisa lebih cepat diraih. Apalagi, di tengah era Globalisasi yang sarat dengan persaingan bebas, kualifikasi seseorang tentu menjadi ukuran penting bagi berbagai perusahaan untuk menerima karyawan.

“Program studi manajemen menghasilkan lulusan yang punya daya saing tinggi. Bukan tidak mungkin, dengan gelar Magister, saya bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi sampai ke tingkat S3”, kata seorang lulusan Magister Manajemen di universitas ternama di Jakarta.

Tentu dengan segala keuntungan ini, peserta didik bisa mendapatkan kepercayaan diri yang lebih tinggi lagi. Di dunia kerja, misalnya, seorang lulusan Magister cenderung dianggap punya kualifikasi akademis yang lebih tinggi. Hal ini berlaku di banyak lingkungan kerja baik dalam maupun luar negeri.

Program Magister Manajemen yang diselenggarakan banyak universitas di Indonesia turut mendukung program kerja pemerintah dalam memajukan tingkat pendidikan nasional. Bagi masyarakat sendiri, secara umum program Magister Manajemen menyiapkan peserta didik untuk terus membekali diri dengan ilmu yang berguna bagi pengembangan karier.

Materi perkuliahan yang bersifat sangat dinamis dan proporsional antara ilmu teori dan praktik bisa menjadi keuntungan tersendiri dalam pengambilan keputusan di tempat kerja masing-masing.