Takut Kerja Secara Berlebihan, Bisa Jadi Kamu Mengalami Ergophobia

Setelah lulus kuliah dengan metode konvensional maupun blended learning.  Kamu berada di tahap baru dalam hidup kamu, yakni mengawali pengalamanan di dunia kerja.

Dengan tanggung jawab baru yang kamu dapatkan, tentu akan menjadi tantangan besar  terhadap perjalanan karir. Dan terkadang saat menjalaninya, kamu mengalami  rasa gugup dan takut yang merupakan hal wajar untuk kamu rasakan saat mengawalinya.

Akan tetapi, jika ketakutan yang dirasakan ternyata tidak pernah hilang bahkan bertambah. Bisa jadi kamu mengalami sebuah kondisi phobia.Dimana kamu mengalami ketakutan yang berlebihan terhadap suatu hal.

Nah, berkaitan dengan kerja, pernahkah kamu mendengar tentang Ergophobia? Salah satu phobia ini memang termasuk yang jarang diketahui. Kondisi ini adalah ketika seseorang mengalami ketakutan abnormal terhadap pekerjaan. 

Penderitanya akan merasa enggak nyaman saat berada di tempat kerja. Bahkan seseorang yang mengalami phobia ini akan sangat cemas ketika hanya sekedar memikirkan tentang bekerja. Apakah kamu salah satu yang mengalami kondisi ini? Yuk kenali lebih jauh tentang phobia yang satu ini!

Gejala Ergophobia

Seseorang yang mengalami Ergophobia memiliki beberapa gejala-gejala. Namun, tingkat frekuensinya akan bervariasi ketika memikirkan pekerjaan. Gejala yang umum dialami oleh seseorang yang mengidap Ergophobia adalah kecemasan yang intens saat bekerja, enggan memegang pekerjaan tetap, sulit mengatasi emosi, dan cemas saat memikirkan tentang pekerjaan. Selain gejala tersebut, seseorang yang menderita phobia ini akan merasa sesak nafas, panik, hiperventilasi, detak jantung tinggi, nyeri dada, keringat dingin, gemetar, serta insomnia.

Penyebab Ergophobia

Penyebab pasti seseorang mengalami phobia ini belum diketahui secara pasti. Namun, susunan genetik dan lingkungannya merupakan faktor yang sangat signifikan. Misalnya jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mental, maka ia akan memiliki peluang yang cukup tinggi untuk mengalami gangguan ini. Selain itu, para pengidap phobia ini biasanya memiliki pengalaman buruk dengan pekerjaan di masa lalu. Mungkin ia pernah mendapat perlakuan kasar, kegagalan memenuhi tuntutan kerja, dan lain sebagainya. Jika seseorang berada dalam lingkungan kerja yang penuh tekanan, maka hal itu juga bisa menjadi penyebab berkembangnya Ergophobia.

Baca juga: Baik dan Buruknya Menjadi Pribadi yang Perfeksionis

Cara Mengatasi Ergophobia

Sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk para penderita Ergophobia. Tapi, ketika mengalami phobia ini, kamu bisa mendapatkan terapi pemaparan. Terapi ini adalah salah satu bentuk perawatan yang paling umum dan efektif untuk membantu seseorang yang mengalami phobia. Terapi ini dilakukan dengan meminta pasien mau tidak mau menghadapi ketakutannya dari waktu ke waktu. Namun, hal ini harus dilakukan oleh terapis ahli. Sebab, jika terapis belum memiliki pengalaman yang cukup, hal ini berkemungkinan bisa salah mengekspos pasien terlalu jauh sebelum mereka siap untuk menanganinya. Selain terapi pemaparan, obat anti-cemas juga bisa membantu seseorang yang mengidap Ergophobia. Dengan mengonsumsi obat tersebut, hal ini dapat membantu penderita mengurangi intensitas beberapa gejala yang dialaminya.

Pintarian, mengidap Ergophobia memang bukanlah hal yang menyenangkan. Tapi dengan menyadari kondisi yang kamu alami. Dan mencari solusi seperti yang telah dijelaskan Pintaria sebelumnya. Kamu akan bisa menjalani dan menghadapinya dengan baik.

Bahkan seiring waktu, bukan tidak mungkin dengan penanganan yang baik kamu akan bisa bekerja dengan hasil terbaik yang berpengaruh pada peningkatan karir kamu kelak.

Maka dari itu, bila kamu merasa mengidap Ergophobia. Segera lakukan penanganan, agar tidak berdampak buruk pada lingkungan kerja kamu.

 

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.