Pemerintah resmi meluncurkan program Kartu Pra Kerja. Program ini mampu menjadi salah satu antisipasi bagi masyarakat yang terkena PHK karena imbas dari virus corona. Presiden Joko Widodo pun telah meminta para gubernur, wali kota, dan bupati untuk membantu mendata para calon peserta Kartu Prakerja.

Nantinya, pemerintah akan memberikan pelatihan dari mitra resmisnya, salah satunya yaitu Pintaria, kepada para pencari kerja dengan harapan dapat mengasah dan mengembangkan skill mereka sesuai bidang yang mereka inginkan. Setelah itu, pemerintah juga akan memberikan insentif sebesar Rp 2.550.000 kepada masyarakat yang menjadi peserta program ini.

Uniknya, ternyata ada pula negara lain yang memiliki program yang mirip dengan kartu Pra Kerja. Penasaran Pintarian negara mana saja? Ini dia beberapa diantaranya:

Finlandia

Negara ini telah menjadi negara pertama Eropa yang membayar pengangguran secara cuma-cuma. Di sana, pengangguran akan mendapatkan uang bulanan sekitar 697 euro atau sekitar Rp 11,1 juta belum termasuk pajak yang harus dibayarkan. Namun, jumlah ini akan berbeda apabila ia sudah memiliki anak. Program ini pertama kali diuji coba pada Januari 2017 lalu dengan masa uji coba selama dua tahun. Akan tetapi, tidak semua pengangguran bisa mendapatkan jumlah yang sama.

Dalam program ini, intansi pemerintah Finlandia yaitu KELA, bertanggung jawab untuk menyeleksi pengangguran sesuai dengan kriteria. Apabila memenuhi kriteria, penduduk Finlandia yang menganggur akan dibayar 32,40 euro per harinya. Tetapi, jika tidak memenuhi kriteria hanya akan dibayar 4,65 persen untuk pembayaran selanjutnya. Hingga Januari 2019 lalu, jumlah pengangguran di negara tersebut tercatat sebanyak 181 ribu orang atau sekitar 6,8 persen total pekerjanya.

Swedia

Pada Januari 2019 lalu, tercatat jumlah pengangguran di Swedia sebanyak 350 orang. Sementara jumlah pekerja di negara ini sebanyak 5,07 juta orang. Di negara ini, pengangguran akan diberi tunjangan oleh negara maupun badan resmi. Untuk pengangguran yang telah berumur 20 tahun ke atas dan terdaftar di Kantor Ketenagakerjaan bisa mendapatkan tujangan sebanyak Rp 486 ribu per harinya dengan maksimal Rp 1,4 juta. Pada 200 hari pertama, pengangguran di negara ini akan menerima 80 persen pendapatan normal. Namun, kemudian pendapatan tersebut akan berkurang menjadi 70 persen setelah 200 hari hingga hari ke-300. Setelah 300 hari, pendapatan mereka pun akan kembali turun menjadi 65 persen saja.

Arab Saudi

Terkenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya dan salah satu negara terkaya di dunia, Arab Saudi juga memberikan perawatan medis secara gratis dan tunjangan kepada para pengangguran. Program ini pun telah dimulai sejak 2012 lalu. Di Arab Saudi, pengangguran yang berusia 18 hingga 35 tahun, akan mendapatkan tunjangan sebesar 2000 riyal atau sekitar Rp, 7,5 juta.

Baca juga:Serial TV Korea Seru yang Wajib Kamu Tonton Saat Karantina di Rumah

Irlandia

Negara lainnya yang juga memberikan tunjangan kepada para pengangguran adalah Irlandia. Pada tahun 2019, jumlah pengangguran di negara ini tercatat sebanyak 135.100 orang. Di negara ini, terdapat dua jenis pembayaran yang diberikan kepada para pengangguran. Yang pertama untuk kepentingan mereka, dan kedua untuk tunjangan pencari kerja. Bagi masyarakat yang menjadi pengangguran karena kehilangan pekerjaan, Departemen Perlindungan Sosial di Irlandia akan memberikan gaji dan ditanggung oleh asuransi sosial. Jadi, untuk jenis tunjangan pencari kerja, ia harus pernah bekerja sebelumnya dan telah membayar sejumlah retribusi.

Dalam seminggu, mereka bisa mendapatkan Rp 3,1 juta dimana angka ini dapat bertambah jika ia memiliki tanggungan keluarga. Jadi, apabila ia memiliki istri dan dua orang anak maka keluarga tersebut akan mendapatkan Rp 6,2 juta per minggunya. Berbeda bagi pengangguran yang sebelumnya belum pernah bekerja dan belum membayar retribusi apapun. Untuk penganggur yang berusia 25 tahun ke atas maka akan mendapat gaji senilai Rp 3,1 juta sementara pengangguran yang berusia 18 hingga 24 tahun akan medapat Rp 1,7 juta perminggunya