Tingkat pengangguran hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan di Indonesia yang belum terselesaikan. Sepertinya, sudah menjadi rahasia umum betapa sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Indonesia pada tahun 2019 lalu sebesar 5,01% atau sekitar 6,83 juta orang. Hal inilah yang sedang ingin diatasi oleh pemerintah. Pemerintah berencana untuk menekan angka pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian akhirnya meluncurkan program Kartu Prakerja lebih cepat dari rencana awal. 

Selain dalam rangka meningkatkan kualitas SDM tenaga kerja Indonesia, Kartu Prakerja juga ditujukan untuk memberikan insentif kepada para pekerja yang terkena dampak COVID-19 atau wabah virus Corona yang masuk ke Indonesia baru-baru ini. Diharapkan program ini menjadi wadah bagi tenaga kerja untuk tetap produktif di tengah situasi yang kurang menguntungkan. 

Untuk yang belum tahu, agar tidak salah kaprah, yuk simak fakta-fakta mengenai program Kartu Prakerja  berikut ini:

Rp20 Triliun 

Mulanya pemerintah menganggarkan Rp10 Triliun untuk diberikan kepada penerima Kartu Prakerja, namun melalui siaran persnya di tanggal 31 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan bahwa alokasi anggaran bagi program ini naik menjadi Rp20 Triliun, itu artinya akan ada lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati manfaat dari Kartu Prakerja ini, di tengah situasi yang kurang menguntungkan akibat imbas COVID-19 di Indonesia. 

Insentif  Rp600 ribu per bulan 

Menariknya program ini adalah karena peserta bisa mendapatkan insentif langsung senilai Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan dan tambahan Rp150 ribu jika peserta menyelesaikan 3 jenis survey dari pemerintah.

Nantinya, Insentif ini juga bisa digunakan peserta untuk kebutuhan harian mereka, khususnya bagi mereka yang secara perekonomian terkena imbas dari COVID-19. 

Pelatihan menjadi syarat

Untuk bisa mendapatkan manfaat insentif dari pemerintah senilai Rp600 ribu per bulan, peserta atau penerima Kartu Prakerja wajib menyelesaikan pelatihan yang dilakukan oleh mitra platform terpilih, salah satunya Pintaria. 

Peserta dapat memilih sendiri pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat. Jenis pelatihan yang disediakan pun meliputi keterampilan praktis jangka pendek yang sesuai dengan pekerjaan. 

Meningkatkan keahlian dan keterampilan

Seperti yang sudah disebutkan dalam poin sebelumnya, peserta yang mendapatkan Kartu Prakerja harus mengikuti pelatihan sesuai dengan minatnya. Dengan adanya proram ini, pemerintah berharap dapat menjaring para pencari kerja dan menyiapkan pekerja yang berkualitas. Oleh karena itu, para peserta harus mengikuti pelatihan guna meningkatkan keahlian dan keterampilan sebelum terjun ke dunia kerja. Setelah selesai mengikuti pelatihan, peserta pun akan mendapatkan sertifikat yang akan berguna untuk melamar pekerjaan.

Kesempatan sekali seumur hidup 

Kesempatan untuk mendapatkan Kartu Prakerja pun hanya satu kali seumur hidup. Bagi masyarakat yang telah lolos seleksi dan mendapatkan Kartu Prakerja, maka ia tidak bisa lagi mendaftarkan diri kembali dalam program ini. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan ini untuk mengasah kemampuan diri. Selama menjadi peserta Kartu Prakerja, kamu bisa mengikuti beberapa jenis pelatihan. Dengan demikian, skill yang kamu miliki pun akan semakin banyak dan peluan mendapatkan pekerjaan juga semakin luas.

 

Gimana? Kamu tertarik mendaftarkan diri? Yuk klik di sini untuk informasi lebih lanjut!