Pertanyaan Wawancara Kerja yang Biasa Diberikan

Interview, atau wawancara, merupakan salah satu tahap terpenting yang harus kamu jalani dalam proses rekrutmen kerja. Di sinilah kamu dan perusahaan bisa saling mengenal lebih jauh lagi untuk menemukan kecocokan. Nah, walaupun tiap perusahaan punya sistem wawancara masing-masing, biasanya pertanyaan yang diajukan kepada kandidat karyawan tidak jauh berbeda. Agar kamu bisa menjawabnya dengan tepat, pelajari beberapa contoh pertanyaan wawancara kerja berikut ini!

“Ceritakan tentang diri kamu.”

Di awal proses wawancara kerja, biasanya kamu akan diminta oleh HRD atau user untuk memperkenalkan diri. Sebaiknya jangan menjawab pertanyaan ini dengan menyebutkan tempat dan tanggal lahir, hobi, maupun hal-hal yang bersifat cenderung personal. Mulailah dengan menyebutkan nama lengkap dan latar belakang pendidikan terakhir. Kemudian, ceritakan pengalaman kerja atau capaian terbaikmu.

Kalau kamu termasuk fresh graduates atau belum pernah bekerja sebelumnya, bisa ceritakan pengalaman berorganisasi yang paling berkesan atau menantang dan bagaimana kamu mengatasinya. Baru setelah itu tutup dengan pengalaman terkini, bisa dengan menyebutkan pekerjaan atau jabatan yang saat ini kamu emban.

“Kenapa kami harus merekrut kamu?”

Contoh pertanyaan wawancara satu ini memang terdengar sangat to the point, tapi di sinilah kamu berkesempatan untuk “menjual” kemampuan diri. Walaupun begitu, jangan sampai berlebihan juga, ya. Sebutkan saja tiga alasan yang menurutmu paling kuat dalam meyakinkan perusahaan. Usahakan juga untuk memberikan alasan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan sediakan bukti untuk menunjang alasan tersebut.

Misalnya, kamu melamar untuk posisi editor di perusahaan digital content agency. Sebagai salah satu alasan, jelaskan bahwa kamu merupakan orang yang patuh deadline. Di perusahaan sebelumnya, kamu selalu berhasil menyelesaikan kuota harian tulisan dengan tepat waktu dan dalam kualitas baik pula. Hal ini tentu akan sangat membantu tugas dan tanggung jawab kamu sebagai seorang editor nanti.

Baca juga: 8 Cara Menulis Surat Lamaran Kerja Berkualitas

“Apa saja kelebihan dan kekurangan diri kamu?”

Perusahaan ingin mengetahui apakah kamu mampu mengenali diri sendiri dengan baik. Jadi, jawab saja sejujurnya dan bagaimana kelebihan kamu bisa membawa dampak positif terhadap perusahaan. Contohnya saja, kamu bisa mengatakan bahwa dirimu adalah orang yang teliti. Hampir semua tulisan kamu selalu lolos pemeriksaan typo sehingga meningkatkan kualitas tulisan.

Lalu, bagaimana dengan contoh pertanyaan wawancara kerja terkait kekurangan diri? Sama saja, tetap jawab sejujur mungkin, tapi selain itu juga jelaskan usaha kamu dalam memperbaiki kekurangan tersebut. Katakanlah kamu orang yang suka menunda-nunda sesuatu. Namun, jelaskan pula bahwa sekarang kamu selalu memberikan deadline kepada diri sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan agar tidak ada yang terbengkalai.

“Apakah kamu punya pertanyaan untuk kami?”

Pada akhir proses wawancara kerja, setiap perekrut biasanya akan mempersilakan kamu untuk bertanya. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut! Ini adalah saat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang posisi dan perusahaan yang kamu tuju. Kamu bisa menanyakan hal-hal yang lebih spesifik, misalnya:

      Bagaimana kultur di perusahaan ini?

      Apa saja kesulitan atau tantangan yang biasanya dihadapi oleh posisi yang saya lamar?

      Apa yang membuat Bapak/Ibu senang bekerja di perusahaan ini?

      Seperti apa pencapaian terbaru perusahaan?

  Apa tahap selanjutnya dalam proses rekruitmen ini?

Dengan mengetahui berbagai contoh pertanyaan wawancara kerja di atas, semoga kamu bisa lebih siap dalam menghadapi sesi wawancara dengan perekrut nanti, ya. Agar peluang diterima lebih tinggi, pelajari juga tips-tips wawancara kerja lainnya dengan mengikuti kelas-kelas online di Pintaria!

 

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.