Sebagai makhluk sosial, jelas kamu berharap bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang beragam orang. Meskipun begitu, tidak sedikit kamu berada di situasi dimana merasa orang tidak nyaman komunikasi denganmu.

Terkadang kondisi ini bisa terlihat dari gerak tubuh atau ekspresi wajah dari lawan bicara yang tidak fokus atau bahkan cuek dengan apa yang kamu sampaikan.  Hal ini tentu menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan untuk kamu alami.

Bila kamu ingin tahu apa permasalahan dan memperbaikinya. Pintaria punya beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar bisa tahu penyebabnya dan bisa langsung mencari  solusinya.

 Apakah Kamu Punya Salah?

Bila ada kelompok atau individu yang kamu rasa tidak nyaman denganmu saat berkomunikasi di dalam ruang lingkup pertemanan atau rekan kerja.  Kamu bisa mempertanyakan dengan baik kepada sosok tersebut, apakah memiliki kesalahan atau tidak?

Bila pada faktanya, terjadi kesalahan yang tidak kamu sadari lalu berdampak negatif terhadap seseorang atau kelompok. Ada baiknya kamu segera meminta maaf agar kondisi tersebut bisa diselesaikan. Dan kamu bisa kembali diterima dalam komunikasi antar  individu maupun kelompok.

Bukan Pendengar yang Baik

Kamu suka berkomunikasi dan berdiskusi, apalagi jika topik yang dibahas menarik. Akan tetapi kamu harus paham ,jangan sampai obrolan yang terjadi hanya berjalan  satu arah. Dimana kamu tidak memberikan kesempatan orang lain untuk bicara atau bahkan yang terburuk adalah tidak memperhatikan apa yang disampaikan orang ke kamu.

Pintarian, untuk menjalin komunikasi yang baik. Kamu harus adil dalam memberikan porsi mendengarkan dan berbicara, agar kedua belah pihak bisa dengan nyaman menyampaikan pesannya.  Dan pastikan saat kamu berada dalam posisi pendengar, berikanlah perhatian penuh akan apa yang disampaikannya.

Baca juga: Langkah Mudah Bergaul Untuk Kamu yang Introvert

Topik Pembicaraan Tidak Menarik

 Saat memulai pembicaraan, pastikan kamu sudah mengenal lawan bicara kamu dengan baik. Ingat, semua orang berbeda dan memiliki topik pembicaraan favorit yang tidak sama.

Maka dari itu, bisa jadi apa yang kamu sampaikan ke orang lain dan mendapatkan respon positif akan berdampak tidak sama dengan orang atau kelompok lain.

Jika kamu memang baru kenal, usahakan untuk membahas hal yang sifatnya santai dan minim rentan konflik. Hindari topik seperti politik, agama, dan sejenisnya jika kamu belum mengenal orang tersebut.

Mulailah pembicaran seperti makanan, musik, film, dan lainnya yang mungkin bisa berbeda pendapat. Tapi secara komunikasi dapat terjalin lebih santai dan seru.

Kamu Tidak Peka

Saat kamu merasa orang tidak nyaman berkomunikasi denganmu.  Bisa jadi kamu lah yang membuat situasi tersebut.  Kamu terlihat tidak peka, tidak memiliki empati, dan ekspresi wajah datar saat antusias lawan bicara sedang tinggi tapi kamu justru terlihat tidak tertarik.

Hal ini pastinya akan tidak kamu suka, jika terjadi dalam posisi sebaliknya. Maka dari itu, cobalah melatih diri untuk memberikan perhatian penuh dengan apa yang disampaikan oleh lawan bicara. Dan sesuaikan emosi kamu dengan topik yang sedang dibicarakan.

Ikut senang jika lawan bicara berbicara mengenai hal yang menyenangkan atau ikut merasakan sedih atau khawatir jika apa yang disampaikan merupakan berita atau cerita yang menyedihkan. Dengan begitu, akan terbentuk kesan bahwa kamu sosok yang nyaman untuk diajak bicara.

Dengan beberapa hal yang telah dijelaskan diatas, kamu nantinya bisa lebih memahami letak permasalahan mengapa orang tidak nyaman komunikasi denganmu. Dan sekaligus dapat menjadi momen introspeksi diri dalam membangun komunikasi yang baik kedepannya.