Pentingnya Kamu Memiliki Dana Darurat

Selain pengeluaran rutin dan tabungan, serta investasi, pengadaan dana darurat merupakan hal yang tak kalah pentingnya di dalam keuangan. Salah satu pos ini menjadi sumber dana untuk mengatasi berbagai hal tak terduga.

Tetapi sayangnya, meski semau orang tahu pentingnya dana cadangan tetapi tidak sedikit pula yang kerap melupakannya. Bahkan sering juga tidak diadakan, kebanyakan dana cadangan akan dinilai sebagai tabungan itu sendiri. 

Padahal, keduanya adalah pos yang berbeda dalam keuangan. Alasannya berbagai risiko bisa saja terjadi di dalam keuangan kamu. Kadang kala juga bisa menimbulkan masalah serius dengan kehidupan sehari-hari secara keseluruhan. Maka dari itu, ada beberapa hal yang menjadi alasan lain, mengapa jangan anggap remeh dana darurat.

1. Meminimalisir Tunggakan

Tidak semua kantor memiliki sistem manajemen yang mapan. Banyak perusahaan yang sering membayarkan gaji tidak pada waktunya. Artinya, mereka bisa membayarkan dengan cara mencicil atau sistem rapel. Kondisi ini biasanya terjadi pada perusahaan baru atau sedang mengalami krisis. 

Dana darurat sangat penting kamu miliki untuk membayar tunggakan kartu kredit tiap bulannya. Jangan sampai debt collector (penagih hutang) datang dan menyita barang berharga karena kondisi ekonomi sedang tidak stabil. 

2. Service Kendaraan

Bagi kamu yang memiliki mobil dan motor pastikan sudah menyiapkan budget untuk memperbaiki jika sewaktu-waktu mengalami suatu kerusakan. Artinya, bukan pengeluaran rutin service tiap bulan atau per-tiga bulannya. 

Terlebih saat kendaraan Kamu rusak dadakan itu, Kamu sudah harus membayar pajak tahunan, balik nama hingga perawatan berkala. Biaya pengeluaran untuk kendaraan bermotor saja tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan, jadi pastikan Kamu sudah memiliki dana darurat tersebut.

3. Kondisi Kesehatan

Kondisi kesehatan menjadi alasan utama yang mewajibkan kamu memiliki dana darurat. Meski kamu masih single, hal ini patut Kamu siapkan. Maka dari itu, sebaiknya, sisihkan minimal 10% dari gaji bulanan untuk disimpan selain tabungan untuk uang cadangan sewaktu hal genting terjadi. 

Pastikan, kamu telah memiliki BPJS kesehatan yang dibayarkan secara rutin tiap bulannya, baik atas nama pribadi atau seluruh anggota keluarga. Kartu tersebut bisa Kamu manfaatkan untuk biaya kesehatan mendadak, seperti pengobatan medis, rawat inap hingga operasi tertentu secara gratis. 

Baca juga: 6 Manfaat bisa Menjalani Kuliah Sambil Kerja

4. Mengantisipasi Pemecatan dari Kantor

Sebelum memutuskan keluar dari tempat kerja pastikan kamu sudah memiliki pekerjaan baru. Namun, apabila keadaan sudah tidak memungkinkan atau terjadi krisis besar dalam perusahaan yang menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), artinya kamu wajib memiliki dana darurat. Simpanan di luar tabungan tersebut sangat diperlukan untuk menjamin kehidupan selama mencari tempat kerja baru. 

Kamu dapat memanfaatkannya seefisien mungkin hingga mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, jika tidak memiliki dana darurat, maka kehidupan dan kondisi keuangan menjadi kacau balau yang membuat kamu terpaksa mencari pekerjaan sampingan sebelum mendapatkan kerja yang mapan.

5. Perbaikan Rumah

Kondisi cuaca dan pelapukan bangunan membuat kamu harus memiliki dana darurat. Perbaikan rumah mencangkup banyak hal, mulai dari pembenahan atap, meninggikan bangunan (jika mengalami banjir), membeli pompa air hingga perbaikan AC, dan hal kecil lainnya. Sebelum memperbaiki rumah, sebaiknya siapkan uang maksimal 40% – 50% lebih besar dari perhitungan awal. 

Maka dari itu Pintarian, dalam mengatur keuangan alangkah pentingnya jika kamu sudah mempersiapkan diri untuk menyiapkan dana yang kelak dibutuhkan untuk kebutuhan yang sifatnya mendadak.

 

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.