Sudah pernah wawancara kerja Pintarian?  Di kesempatan tersebut , pihak perusahaan atau perekrut akan bertanya beberapa hal penting terkait diri kamu dan deretan hal lain menyangkut pekerjaan yang kamu lamar.

Dan diantara beberapa tahap wawancara, ada satu momen yang ternyata tidak kalah penting. Dimana kamu mendapatkan kesempatan untuk bertanya balik ke pihak perekrut. Walau terlihat sepele, dan mungkin kamu cukup jelas dengan semua hal yang diinformasikan oleh perekrut.

Bertanya ke perusahaan yang kamu lamar. Bisa menjadi momen penting yang bisa memberikan potensi positif  bila kamu melakukannya.

 Lalu apa yang terjadi bila kamu memilih diam dan tidak  bertanya. Ternyata, hal ini memberikan beberapa kesan yang kurang mengenakan bagi kamu saat memilih untuk tidak bertanya dan merasa puas dengan apa yang sudah dibicarakan.

Apa saja kesan yang bisa terjadi? Simak beberapa diantaranya:

Dianggap Kurang Tertarik Dengan Perusahaan

Antusias kandidat merupakan salah satu hal yang akan dinilai oleh perekrut. Melalui sesi wawancara, perekrut akan melihat seberapa antusiasnya kamu dengan perusahaan mereka. Hal ini dinilai berdasarkan interaksi dengan kandidat. Pelamar yang memiliki banyak pertanyaan akan dinilai punya antusias yang tinggi sehingga ia memiliki gambaran mengenai perusahaan tersebut ketika bergabung.

Apalagi jika kandidat memberi pertanyaan seputar kesempatan pengembangan karir. Dengan pertanyaan tersebut, perekrut akan menganggap kandidat memiliki niat untuk bertahan lama pada perusahaan. Akan tetapi, jika kandidat tidak melemparkan pertanyaan sama sekali pada akhir sesi wawancara, perekrut bisa saja menganggap kamu tidak tertarik pada perusahaannya. Sehingga bisa saja, kamu justru kehilangan kesempatan lantaran tidak mengajukan pertanyaan saat wawancara kerja.

Baca juga:Kerja di Media Digital, 5 Bidang Ini Bisa Jadi Pilihanmu!

Dinilai Kurang Persiapan

Menghadapi wawancara kerja tentunya tidak bisa dilakukan tanpa melakukan persiapan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan ketika mendapat panggilan wawancara kerja. Misalnya saja mempersiapkan pakaian, latihan menjawab pertanyaan dari perekrut, maupun membuat list pertanyaan yang ingin diajukan pada saat wawancara berlangsung. Apabila kamu tidak menanyakan apapun pada akhir sesi wawancara, perekrut bisa saja akan berpikir bahwa kamu tidak memiliki persiapan yang matang

Tidak Melakukan Riset Tentang Perusahaan

Mencari informasi mengenai perusahaan yang akan kamu masuki juga merupakan salah satu hal yang perlu dipersiapkan. Kamu bisa mencari informasi tersebut melalui situs resmi perusahaan. Kemudian, galilah informasi mengenai sejarah perusahaan, visi dan misi, produk dan layanan, serta mengenai karyawan di sana.

Jika kamu sudah mendapatkan informasi mengenai perusahaan, hal itu bisa kamu manfaatkan sebagai bahan pertanyaan pada saat sesi wawancara. Namun, jangan menanyakan pertanyaan mudah yang jawabannya bisa kamu cari tahu sendiri melalui situs perusahaan. Sebab, perekrut mungkin akan menganggap kamu sebagai kandidat yang kurang siap.

Tidak Berencana Follow Up

Pada saat diberi kesempatan untuk bertanya, maka jangan berdiam diri dan melewatkan hal ini. Kamu bisa menanyakan tentang kelanjutan proses wawancara tersebut. Contohnya seperti menanyakan kapan pengumuman hasil tes, atau siapa yang bisa kamu hubungi setelah tahapan wawancara ini selesai. Pertanyaan semacam ini pun akan menunjukkan antusiasme yang kamu miliki terhadap posisi dan perusahaan tersebut. Jika kamu tidak mengajukan pertanyaan apapun, maka perekrut akan berpikir bahwa kamu tidak berminat untuk melanjutkan proses perekrutan ini. Jadi, tunjukanlah rasa antusias terhadap perusahaan ketika sedang wawancara kerja.

Tidak Cerdas

Meskipun kamu sudah menyusun CV dengan baik, namun sikap tetaplah menjadi penilaian yang penting pada saat wawancara kerja. Jika tidak bertanya pada saat akhir sesi wawancara, perekrut bisa saja berpikir bahwa kamu tidak cerdas. Oleh sebab itu, tunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang memiliki wawasan luas dengan mengajukan pertanyaan agar kamu mendapatkan kesan cerdas dan kritis.