Halo Pintarian! Siapa yang suka berbohong? Dari anak kecil sampai dewasa, semua pasti tahu soal bohong. Satu Minggu terakhir media sosial kita ramai dengan berita soal kebohongan yang dilakukan oleh tokoh publik. Sebenarnya hal itu membuktikan betapa kebohongan begitu mudah menarik perhatian kita ya.

Apa sih yang membuat orang berbohong? Menurut pendapat ahli, bohong dibuat karena orang ingin menutupi malu, karena kebiasaan, karena ingin lari dari masalah, ataupun karena ingin menghindari tanggung jawab dan berbagai alasan lain. Bisa jadi, sengaja ataupun tak disadari, bohong telah jadi bagian tak terpisah dari kehidupan kita. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyebutkan “bohong” adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Dengan kata lain, sebuah keadaan yang berbeda dengan fakta. Nah kalau itu artinya, bagaimana dengan hoax?

Menurut pendapat umum, hoax adalah peristiwa menyebarnya informasi yang tidak tepat namun terlanjur dianggap sebagai kebenaran. Nah di masa kini, bohong ataupun hoax banyak melibatkan teknologi. Berita bohong yang jadi viral akhir-akhir ini menjadi subur dan terus-menerus menyebar hampir tanpa batasan karena teknologi sudah memungkinkan untuk itu. Sayangnya, efek dari penyebaran hoax di Indonesia lebih banyak negatifnya. Hebatnya lagi, penyebaran hoax itu sendiri bahkan sampai di berbagai segi kehidupan. Mulai dari fenomena bencana alam, pemilihan kepala daerah, seleksi penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi, sampai urusan tes CPNS, begitu mudah disisipi oleh hoax.

Gimana ya menyaring berita hoax? Kamu bisa ambil dua langkah sederhana berikut:

  1. Membandingkan berita (komparasi)

Cukup dengan membandingkan satu berita dengan yang lainnya, kamu bisa menilai apakah berita itu hoax atau bukan. Tentu saja hal itu bisa dilakukan bila kamu berpikir logis.

  1. Menelusuri sumber berita

Buat kamu yang senang membaca, terutama di gadget, menelusuri sumber berita itu menyenangkan loh. Kamu bisa sekaligus tahu lebih jauh soal berita-berita itu tanpa membuat kesimpulan tergesa-gesa yang justru malah menimbulkan persepsi yang salah tentang suatu hal.

Di era teknologi informasi yang sangat cepat ini, kita benar-benar dituntut untuk teliti dalam segala hal. Karena itu, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan ya, Pintarian! Kalau tidak berhati-hati justru nanti kita sendiri yang terlibat perkara hukum akibat hoax.