Dengan menjadi mahasiswa, kamu memiliki tanggung jawab yang lebih dibandingkan saat masih sekolah.  Ada harapan, kelak dengan menjalani pendidikan di perguruan tinggi, kamu akan semakin dekat dengan karir impianmu.

Dikarenakan pembelajaran yang lebih fokus, berkat jurusan yang kamu pilih, sesuai dengan minat dan passion.

Akan tetapi, bukan berarti dengan menjadi seorang mahasiswa, kamu akan jauh dari godaan buruk yang kelak bisa menjauhkanmu dari tujuan, yakni lulus dan menjadi seorang sarjana yang siap menghadapi tantangan dunia kerja .

Dari berbagai kendala atau masalah yang ada, ada satu yang bisa berbahaya, karena dapat membangun budaya yang kelak bisa menunda dan menghancurkan langkah kamu untuk bisa kuliah dengan baik, yaitu bolos kuliah.

 Bolos kuliah jelas berbeda dengan izin tidak masuk, bolos kuliah merupakan keputusan yang kamu sadari dan tetap ambil untuk kebutuhan yang sifatnya tidak penting, seperti untuk urusan hiburan dan sejenisnya, sedangkan izin tidak kuliah merupakan keputusan yang diambil dikarenakan hal yang sifatnya mendadak dan penting.

Maka dari itu Pintarian,  saat kamu mulai berniat untuk bolos. Pikirkan hal ini dulu sebelum kamu melakukannya.

Tertinggal Pelajaran Mata Kuliah

Hal sudah dipastikan kamu akan alami saat kamu bolos kuliah. Pelajaran mata kuliah kamu pada hari itu jelas tidak kamu dapatkan. Dan untuk bisa mengetahuinya, setidaknya kamu harus merepotkan teman kuliah dengan bertanya atau meminjamkan catatannya.

Tapi apakah hal tersebut cukup? Jelas tidak. Karena kamu belum tentu mengerti apa yang telah diinformasikan teman atau catatannya dibandingkan dengan mendapatkan materi langsung dari dosen.

Nilai Buruk

Dengan bolos kuliah, kemungkinan nilai kamu akan kurang atau setidaknya dengan bolos kamu,  akan mempengaruhi nilai akhir mata kuliahnya yang berkaitan dengan absensi. Selain itu, bisa jadi pada saat kamu bolos ternyata ada tugas dan kuis yang diberikan dosen.

Mungkin apabila kamu izin kepada dosen untuk tidak masuk dikarenakan sakit atau hal yang sifatnya penting. Kamu masih diberikan waktu dan kesempatan untuk mengerjakan tugas dan kuis di lain hari. Tapi kalau untuk bolos kuliah, jangan harap bisa dapat kuis atau tugas susulan yah Pintarian!

Baca juga: Kelebihan Pilih Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta

Ingat Biaya Kuliah

Salah faktor penting yang harus kamu pertimbangkan saat ingin bolos kuliah adalah soal biaya. Baik itu uang kamu sendiri atau orang tua. Tentu kamu tidak mau uang yang tergolong besar yang digunakan untuk  kebutuhan kuliah menjadi sia-sia, karena kamu meninggalkan kesempatan untuk bisa mendapatkan ilmu pengetahuan penting yang berguna dan bermanfaat untuk kamu di masa depan.

Memupuk Rasa Malas

Seperti yang telah dijelaskan di awal, mengapa bolos kuliah berpotensi besar bisa merusak perjalanan kamu meraih pendidikan dan lulus sebagai sarjana yakni sisi rentan yang menjadikannya sebagai kebiasaan nantinya.

Mungkin bolos kuliah perdana , kamu tidak terlalu merasakan dampaknya.  Bahkan dengan merasa demikian, kamu terpacu untuk melakukannya kembali, hingga nantinya membentuk kebiasaan buruk yang semakin memupuk rasa malas.

Apalagi saat kamu sudah mulai tertinggal mata pelajaran kuliah yang terlampau jauh. Berada di kondisi tersebut, kamu memilih untuk merelakannya dan berniat untuk mengulanginya mata kuliah tersebut di lain waktu.

Itu bisa jadi rencananya, tapi fakta di lapangan bisa jadi berbeda. Kamu akan semakin merasa malas dengan mencari berbagai macam alasan baru untuk bolos kuliah. Dampak terburuk yang akan kamu hadapi yaitu menjadi mahasiswa abadi atau dikeluarkan dari kampus.

Ngeri kan Pintarian? Untuk itu, jangan pernah bolos kuliah yah!