Mendapatkan lingkungan kerja yang baik merupakan dambaan setiap orang. Dengan begitu kamu bisa lebih semangat dalam bekerja dan terbentuk kerja sama yang baik secara individu maupun tim. Dengan hasil kerja pun akan lebih maksimal.

 Arti sebuah kenyamanan dalam bekerja bukan sekadar bisa mendapatkan gaji yang besar atau tempat kerja yang cozy. Tapi juga sikap atau hubungan antar karyawan dan pemimpin perusahaan.

Pernah kah kamu mendengar pepatah yang mengatakan "orang tidak pergi meninggalkan perusahaan, mereka meninggalkan pemimpinnya”?

Melalui pepatah tersebut, dapat dijabarkan bahwa betapa pentingnya peran pemimpin sebagai kunci dalam menciptakan sebuah kenyamanan lingkungan kerja.  Maka jika ada perusahaan yang memiliki pemimpin yang hebat, berarti ia memiliki resep rahasia atau sebuah sikap yang dinamakan dengan radical candor.

Dalam pengertiannya, radical candor merupakan keterusterangan yang radikal. Dalam hal ini dapat berbicara secara terbuka sesuai kenyataan yang ada, dan merupakan sikap yang sangat penting dalam dunia kerja.

Istilah ini, dicetuskan pertama kali oleh  Kim Malone Scott, penulis sekaligus konsultan ternama yang dulu pernah bekerja sebagai eksekutif di perusahaan besar seperti Google dan Apple.

Nah dalam menciptakan sikap terus terang yang positif, ada faktor penting yang tidak boleh dilupakan dan perlu disadari bahwa tidak semua orang dapat menerima keterusterangan. Saat disampaikan dengan cara yang tidak baik baik akan berdampak pada rasa tersinggung, direndahkan, bahkan sampai kehilangan kepercayaan diri. Maka dari itu diperlukan kombinasi antara sikap terus terang dan tingkat kepedulian yang baik.

Itulah yang menjadi arti atau maksud dari radical candor, yaitu gabungan antar sikap terus terang dan rasa peduli terhadap sesama. Dalam hal ini rekan kerja atau bahkan bawahan kamu. Dengan menantang seseorang dengan ucapan yang terus terang, namun dengan tujuan untuk membuatnya bersemangat untuk lebih baik kedepannya. Inilah kunci menjadi seorang yang profesional dan juga pemimpin yang hebat.  

Baca juga: Gaji atau Jabatan, Mana yang akan Kamu Pilih?

Jika dilihat secara teori, radical candor terlihat mudah.  Hanya saja dalam penerapannya tergolong sulit untuk bisa dilakukan dengan cara yang konsisten. Karena saat melakukannya dibutuhkan empati, kerja keras dan kebiasaan. Tentu dalam prosesnya kamu mungkin akan sulit untuk bisa menunjukan sikap peduli setiap saat. Namun, sebagai pemimpin itu perlu, karena setiap persoalan perlu dipikirkan jalan keluarnya.

Bayangkan situasi dimana karyawan ada yang melakukan kesalahan. Maka sudah menjadi hal wajar kamu untuk menegurnya, karena dengan mendiamkan saja. Maka kelak bisa berdampak pada kesalahan yang kembali terulang dan berpengaruh pada pencapaian target dan hasil secara keseluruhan.

Disinilah kamu sebagai rekan kerja atau atasan menunjukkan sikap peduli berupa teguran yang membangun tanpa memberikan efek takut dan kesal dari pihak yang menerimanya.

Tapi, ada beberapa hal yang harus kamu pahami saat menjalani radical candor yakni tetap rendah hati, membantu, segera disampaikan jangan dipendam, sembunyi-sembunyi dan langsung jika berupa kritikan, terang-terangan menyatakan dalam grup atau kelompok apabila sebuah pujian, dan tidak menyerang secara pribadi.

Memang idealnya hal ini bisa dilakukan oleh semua lapisan jabatan agar membentuk budaya positif untuk saling mendukung satu sama lainnya dalam sebuah perusahaan. Namun dengan terus melakukannya dengan baik, maka bisa saja akan menjadi kebiasaan yang terbentuk dengan sendirinya di perusahaan tempat kamu bekerja.