Kamu pasti punya banyak kebiasaan yang masih dilakukan hingga saat ini. Tapi, apakah kamu tahu mana kebiasaan yang buruk dan mana yang baik?

Tak seperti kebiasaan yang tergolong positif. Kebiasaan buruk bisa jadi berpengaruh pada kesehatan tubuh kamu, termasuk dampak buruk terhadap fungsi otak. Maka dari itu, jangan kamu anggap enteng yah, karena seiring waktu dapat berakibat pada penyakit berbahaya nantinya.

Yuk simak kabiasaan apa saja yang bisa merusak otak kamu:

Asupan Gula yang Terlalu Tinggi

Pilihan kuliner yang tinggi gula memang nikmat dan menggiurkan. Dan tidak sebatas minuman, makanan pun tak luput dari kandungan gula yang tinggi.

Jangan langsung percaya dengan produk yang mengklaim bahwa makanan dan minumannya sehat. Biasakan untuk membaca kandungan nutrisi yang ada didalamnya. Bisa jadi memiliki kadar gula yang tinggi.

Saat kamu sering mengonsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula, maka akan terdapat masalah dengan setiap sel, jaringan, dan organ dalam tubuh, termasuk sistem saraf. Dilansir dari liputan6.com, bahwa dalam sebuah penelitian mengungkapkan adanya hubungan antara asupan gula yang berlebih dengan penyakit Alzheimer.

Kurang Tidur

Kebiasaan yang masih dilakukan oleh banyak orang.  Entah akibat pekerjaan atau menjalani hobi seperti menonton film dan lainnya. Berujung pada waktu tidur yang kurang dan tidak berkualitas.

Pada saat kamu tidur dengan baik, maka kamu memberikan kesempatan untuk tubuh kamu beristirahat dan membasmi racun atau zat berbahaya dalam tubuh, termasuk otak. Jika kamu sering berada di kondisi yang kurang tidur, maka tubuh tidak dapat membersihkan otak dari zat yang berbahaya.

Dan bila kondisi ini dilakukan secara terus menerus, maka kelak otak akan mengalami kerusakan yang parah.

Kesepian dan Kurang Kontak Sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuh interaksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Saat kamu merasa kesepian dan kurang berinteraksi, kamu rentan terhadap depresi yang berpengaruh pada fungsi otak. Dikutip dari CNN Indonesia, rasa kesepian dapat menyebabkan stres dan proses inflamasi di otak. Hal ini juga dipertegas dengan adanya penelitian dari Rush University Medical Center, Amerika Serikat yang melakukan studi terhadap 100 orang berusia 80 tahun

Rasa kesepian dapat menyebabkan stres dan proses inflamasi di otak. Penelitian dari Rush University Medical Center, Amerika Serikat terhadap 100 orang berusia di atas 80 tahun menunjukan adanya kerusakan otak untuk fungsi kognitif yang paling parah datang dari orang yang memiliki kontak sosial yang paling sedikit.

Baca juga: Gangguan Mental yang Rentan Dialami Anak Milenial

Konsumsi Makanan Tinggi Garam  Berlebihan

Sama halnya seperti gula, pilihan makanan yang tinggi akan garam juga beragam.  Rasa gurih yang bisa bikin kamu nagih. Ternyata juga tidak baik bagi otak kamu.

Studi yang dipublikasikan oleh jurnal JAMA Neurology, yang dilansir dari CNN Indonesia mengungkapkan bahwa konsumsi garam secara berlebih dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke.

Hal ini diawali dari pembuluh darah yang rusak akibat tekanan darah yang tinggi dan stroke mengakibatkan kerusakan otak.

Kalau melihat anjuran kementerian kesehatan, asupan garam yang baik itu tidak lebih dari 5 gram atau satu sendok teh per hari.

Memang terkadang untuk bisa menghilangkan kebiasaan tersebut secara keseluruhan terlihat sulit untuk dilakukan. Bahkan jika kamu terlalu memikirkannya, malah jadi stres yang juga tidak baik baik kesehatan otak kamu.

Maka bila sulit untuk dilakukan karena kondisi, tidak masalah. Asalkan jangan jadi kebiasaan dan rutinitas harian kamu yah Pintarian.