Salah satu kunci sukses kuliah ada di tangan dosen. Tul nggak? Pasalnya mereka bukan cuma bertugas mentransfer ilmu dan bikin kita paham sama pelajaran, tapi juga punya ‘wewenang’ untuk ngasih nilai. Makanya, jangan pernah cari masalah sama makhluk satu ini. Mendingan kita dekati supaya urusan kuliah semulus jalan tol.

Dosen protokoler

Tipe dosen ini sangat mementingkan aturan. Segala sesuatu ada aturannya. Melanggar berarti salah dan nilai kamu berkurang di matanya. Sialnya lagi, dosen tipe ini biasanya punya ingatan kuat dan ‘buku dosa’. Sehingga sekali kamu bikin kesalahan, bakal sulit menghapusnya dari daftar.

Do: Pelajari semua aturan yang ditetapkan. Dalam memberikan tugas, biasanya dia akan memberi instruksi secara detail bagaimana cara mengerjakannya. Nilai tertinggi diberikan bila tugas dikerjakan sesuai petunjuk yang diberikan. Sehingga kalau kamu belum yakin akan suatu hal, lebih baik bertanya secara tuntas ketimbang mengira-ngira dan menyesal kemudian.

Don’t: Mempertanyakan suatu aturan yang dibuatnya. Dia pasti punya jawaban dan selalu siap menghadapi tukang protes atau para pembangkang. Kalau kamu punya nyali, silakan saja mendebat atau mempertanyakan kebijakannya. Tapi pastikan kamu punya dasar yang kuat dan siap menghadapi argumentasinya, yang biasanya berakhir dengan kemenangannya. 

Dosen Cuek

Kontras dengan dosen protokoler, jenis dosen ini justru terkesan cuek. Banyak memberikan ruang untuk berekspresi, terkesan santai dan tidak suka maksa. Saat mengajar atau memberi tugas, ia banyak menyerahkan kepada mahasiswa. Kita diharapkan bisa mandiri.

Do: Cuek bukan berarti tidak peduli. Mahasiswa biasanya keliru mengartikan ‘kecuekan’ dosen. Berbeda dengan dosen protokoler yang memandang semua orang harus diatur dan ada sanksi bagi si pelanggar, dosen cuek umumnya sangat menghargai kebebasan. Tapi…kebebasan yang diberikan menuntut tanggung jawab besar. Kamu dianggap sebagai manusia dewasa sehingga harus sadar dalam bertindak dan bertanggung jawab.

Don’t: Menyalahgunakan kebebasan yang diberikan. Bila diberi tugas dan dibebaskan untuk berkreasi, itu tandanya ia percaya bahwa kamu kreatif dan mengharapkan hasil yang ‘lebih’. Dia tidak suka hasil standar, apalagi ngasal. Bila ia kecewa dengan hasil yang kamu berikan, dia juga tak segan ngasih nilai sembarang. Nggak mau, kan?  

Dosen Gaul

Gaul adalah nama tengahnya. Penampilannya punya ciri khas tersendiri. Sangat update dalam pergaulan dan suka dengan hal-hal kekinian. Dia punya semua akun media sosial dan tak segan mengundang kamu menjadi temannya. Dosen tipe biasanya mendorong kamu untuk selalu memperluas networking.

Do: Bertemanlah dengannya. Cari tahu apa kesenangannya dan ajaklah dia berdiskusi tentang itu. Manfaatkan networking-nya sebagai jalan pembuka karier kamu. Dosen gaul biasanya tidak segan merekomendasikan teman-teman (termasuk muridnya) bila ia yakin orang itu kapabel, bahkan bisa menaikkan ‘reputasinya’. Tapi ingat, meski si dosen bersikap friendly, jangan sok akrab juga. Ingat, walau bagaimanapun dia dosen kamu. Sehingga sopan santun tetap perlu dijaga.

Don’t: Bersikap menggampangkan. Meskipun terlihat luwes dan pengertian, dosen tipe ini biasanya sangat menghargai komitmen dan menjunjung tinggi kepercayaan. Ia juga terbiasa menghadapi berbagai tipe mahasiswa, dengan segala kelakuannya. Jadi jangan coba-coba ‘mengujinya’ dan menyalahgunakan kepercayaannya.  

PS: Ingat, dosen juga manusia biasa. Bisa salah dan alpa. Kamu boleh saja memberikan saran, masukan atau kritik yang membangun, dengan cara-cara yang bisa diterimanya. Satu lagi, jangan baperan dalam menghadapi dosen kamu. Setiap dosen pada dasarnya berkeinginan dan senang melihat murid-muridnya maju.  Jadi kalau dia keras atau tegas menghadapi kamu, berpikir positif saja, karena pasti ada hikmah di balik itu.