Menyambut Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) nanti, kamu pasti perlu banyak referensi untuk belajar atau menulis esai tugas kuliah. Nah, di era digital ini, kamu bisa dengan cepat mendapatkan begitu banyak referensi yang secara khusus sudah dihimpun dalam klasifikasi online oleh Google dalam mesin pencari bernama ‘Google Scholar’.

Google Scholar adalah mesin pencari (search engine) gratis dengan susunan indeks yang disusun rapi berdasarkan teks lengkap atau metadata dari literatur akademik lintas disiplin. Sejak dirilis pada November 2004, Google Scholar dengan aktif mendaftar indeks dari berbagai jurnal akademik, makalah konferensi atau seminar, karya akademik mulai dari skripsi, tesis dan disertasi, bahkan abstrak dari berbagai karya akademik yang belum dipublikasikan.

Pada Mei 2014, hampir 10 tahun sejak dirilis, beberapa peneliti meng-klaim Google Scholar telah menyimpan data sekitar 160 juta dokumen. Jumlah yang besar ya, Pintarian? Tapi intinya, Google Scholar ini memungkinkan kita untuk mencari data digital maupun data cetak di seluruh dunia.

Nah gimana sih cara efektif menggunakan Google Scholar? Pertama, kamu masuk ke https://scholar.google.com/ dan ketik bahan bacaan atau referensi yang kamu perlukan. Lalu di sebelah kiri tampilan, kamu bisa sortir bahan-bahan itu berdasarkan relevansi dan filter waktu publikasi. Setelah itu, hasil pencarian kamu akan sangat personal dan sesuai dengan yang kamu cari.

Kabar baik dari Google, sejak 2016 mereka mengeluarkan fitur saran (query suggestions) untuk membantu kamu mengeksplorasi topik-topik yang kurang familiar. Dengan ini, Google Scholar akan memberi masukan mengenai berbagai topik terkait yang kurang familiar dengan area pencarian kita. Fitur ini sangat baik untuk menambah keluasan wawasan.

Keuntungan lain yang ditawarkan oleh Google Scholar adalah kesanggupannya menyimpan data besar untuk periode waktu yang sangat panjang. Misalnya, kamu pasti pernah menemukan artikel yang dipublikasi puluhan tahun lalu tapi masih punya relevansi yang sangat dalam dengan fenomena zaman sekarang. Dengan fitur Classic Papers, Google menampilkan koleksi artikel lama yang sering dijadikan referensi untuk karya tulis lainnya. Nah, sangat membantu sekali bukan?

Dengan segala keuntungan di atas, rasanya kita bisa semakin mudah menjalankan gaya hidup life-long learning bersama Pintaria ya?