Dalam artikel berjudul How to Become a Social Media Influencer in Ten Simple Steps, Forbes menjelaskan cara mudah untuk menjadi seorang influencer. Pintaria merangkumnya dalam 6 poin untuk kamu praktikkan.

Cari peluang

Mulailah dengan sesuatu yang kamu sukai. Ini akan menjamin keberlangsungan usaha kamu.  Jadilah spesialis dan pakar di bidang yang kamu tekuni. Seorang influencer tentu saja dianggap berhasil bila ia bisa memengaruhi orang lain. Salah satunya melalui pengetahuan dan pengalaman yang lebih dari standar rata-rata.  Cari tahu hal apa yang sedang happening saat ini. Atau kalau kamu kreatif, ciptakan peluang sendiri. Jadilah perintis pada bidang yang belum banyak dilirik atau digarap orang.

Pilih Saluran

Carilah saluran yang kamu kuasai. Secara teknis kamu sudah paham aturan mainnya. Misal bila kamu sangat suka Instagram, pasti kamu tahu seluk beluknya, profil penggunanya, konten apa yang banyak disukai. Sehingga kamu tinggal memilih konten akan di-upload. Kamu juga paham bahwa saluran ini mementingkan aspek visual sehingga kamu akan concern dalam hal tersebut. Sebaliknya bila kamu merasa punya kekuatan dalam hal menyampaikan ide secara tertulis atau teks, kamu bisa memilih saluran blog.

Ingat kasus Tik Tok dan Bowo kan? Hal itu membuktikan bahwa siapa saja bisa menjadi influencer. Bukan melulu seleb atau public figure.

Buat Strategi Konten

Jangan berharap hasil yang instan. Memang ada banyak contoh bagaimana seseorang menjadi terkenal lantaran 1 postingan viral. Bisa saja kamu lantas berpikir untuk membuat postingan kontroversial demi menjadi seleb medsos. Tapi tentu bukan itu yang kamu incar bukan? Buatlah strategi konten. Itu akan menjadi semacam panduan dalam langkah kamu menjadi influencer.  Seorang influencer adalah seorang yang memiliki pengaruh bagi orang lain. Nilai-nilai apa yang ingin kamu sampaikan? Sebagai contoh, kamu adalah seorang pecinta kucing. Kamu ingin mengajak orang lain ikut mencintai kucing dan merasakan kegembiraan yang sama. Sehingga kamu perlu menyusun strategi, bagaimana membuat orang suka atau jatuh cinta. Misal dimulai dari mem-posting foto-foto lucu dan unik tentang kucing kamu, atau kebersamaan kamu dengannya yang membuat orang iri dan ingin merasakan kegembiraan yang sama.

Lakukan Terus Menerus

Bosan adalah salah satu penghalang keberhasilan. Inilah musuh dalam diri kita yang perlu diperangi. Kita biasanya bosan bila melakukan sesuatu namun hasilnya tak sesuai harapan. Boro-boro dilirik brand, di kalangan teman-teman sendiri, posting-an yang kamu anggap juara, tak mendapat banyak like. Lalu mulai berpikir apa yang salah, ya? Rasanya kita sudah mempraktekkan jurus-jurus para seleb itu. Alhasil kamu pun berhenti posting karena bosan. Hey, jangan gampang putus asa. Coba telisik lagi. Jangan-jangan ada jurus yang belum kamu terapkan. Misalnya, posting kamu kurang dapat sambutan karena salah waktu tayang. Tetaplah berkreasi sambil terus belajar dari keberhasilan orang lain. Curi ilmu para seleb. Ikuti training atau workshop. Ingat, perjalanan menjadi influencer ibarat maraton. Kamu harus punya napas yang panjang.

Kontak Brand

Kenali brand yang ‘sejalan’ dengan kamu. Pelajari bagaimana mereka mengomunikasikan diri. Ikuti akun-akun tersebut dan lakukan kontak. Misalnya dengan aktif merespons postingan mereka dan memperkenalkan diri. Buatlah diri kamu terlihat oleh brand tersebut. Bila kamu dianggap mewakili brand mereka, bukan tak mungkin tawaran sebagai influencer datang.

Promosi Diri

Manfaat berbagai saluran untuk mengajak orang melihat konten kamu. Jangan hanya berkutat di satu saluran saja. Semakin banyak info tersebar, makin besar peluang untuk dilihat dan dikenal. Tentu saja promosi ini perlu dilakukan secara cantik. Tak perlu memaksa atau meminta-minta. Bila konten kamu memang oke, kredibilitas akan terbentuk dengan sendirinya, kok.