Pernahkah kamu mendengar istilah quarter life crisis? Kondisi krisis seperempat baya ini memang biasanya dialami oleh orang-orang yang berusia 20-an. Ketika menginjak umur ini, seseorang akan mulai berusaha untuk mendapatkan masa depan yang baik. Tapi, banyak yang tidak sadar bahwa sebenarnya sedang berada dalam fase ini.

Sepintas, tanda dari fase ini memang terlihat seperti sedang mengalami stres. Padahal sebenarnya, ada beberapa hal yang membedakan antara stres dengan fase quarter life crisis ini. Yuk coba cek apakah kamu sedang mengalami fase ini?

Khawatir Dengan Masa Depan

Tanda pertama ketika seseorang sedang berada dalam fase quarter life crisis adalah merasa cemas akan masa depannya. Hal ini memang cukup sering dirasakan oleh seseorang dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun. Karena, pada usia ini mereka mulai berlomba untuk menjadi yang terbaik demi masa depan yang cerah. Sayangnya, tidak semua orang semangat dalam menghadapi yang satu ini. Tidak sedikit juga yang mudah putus asa ketika sedang merasakan tanda ini. Tapi sebaiknya, jangan cepat menyerah ya Pintarian. Tetaplah berusaha melakukan yang terbaik untuk mencapai impianmu di masa depan.

Baca juga: 5 Cara Hadapi Post-University Depression

Sering Mempertanyakan Hidup

Selain khawatir dengan masa depan, seseorang yang mengalami quarter life crisis juga cenderung mempertanyakan hidupnya. Mereka mulai bertanya-tanya apakah hidup yang ia jalani sudah tepat atau belum. Meskipun pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi justru bisa membuat orang yang sedang mengalami fase ini sangat bimbang dalam mengambil keputusan.

Mulai Mempertanyakan Siapa Jodoh Kita Kelak

Usia yang bisa dibilang matang juga membuatmu mulai menyadari bahwa sekarang bukan lagi saatnya untuk bermain-main. Hal ini juga termasuk dengan hubungan asmara. Kamu mulai mencari dan mempertanyakan siapa yang pantas untuk menjadi pendamping hidupmu. Apa kamu salah satu yang mulai memikirkan hal ini?

Tidak Bisa Santai Dalam Mengerjakan Sesuatu

Ketika mengalami fase quarter life crisis ini, kamu cenderung menggebu-gebu saat mengerjakan sesuatu. Hal itu disebabkan kamu berpikir untuk mulai mencapai target agar tidak tertinggal dan bisa mendapatkan masa depan yang baik. Bahkan kebanyakan orang pun mengerjakan sesuatu secara bersamaan. Sebenarnya hal ini baik, tapi jika kamu terlalu berlebihan bisa-bisa akan merasa repot sendiri.

Sering Merasa Gagal dan Kurang Motivasi

Pernahkah merasa apapun yang kamu lakukan sia-sia karena sering gagal sehingga kamu kurang termotivasi untuk mencobanya kembali? Atau mungkin kamu merasa tertinggal dengan teman-teman yang lainnya? Perasaan ini juga merupakan salah satu tanda kamu sedang mengalami quarter life crisis. Namun jangan takut untuk mencoba ya, Pintarian. Jadikan kegagalan yang kamu alami sebagai motivasi untuk berusaha lebih baik lagi di kemudian hari.