Salah satu pekerjaan yang paling representatif bagi kita generasi milenial adalah Social Media Specialist. Di era teknologi dan komunikasi yang demikian modern, jenis pekerjaan ini tampaknya semakin menjadi andalan bagi banyak perusahaan ataupun brand yang ingin melakukan ekspansi dalam bisnisnya.

Bukan cuma itu, di beberapa tempat, seorang social media specialist menjadi bagian tak terpisahkan dalam aktivitas perusahaan. Mereka seringkali memulai karier dari admin. Seorang admin media sosial akan menjadi sangat aktif bekerja seiring dengan berkembangnya perusahaan. Hal ini termasuk dari branding, komunikasi, strategi marketing dan lain-lain.

Menjadi seorang admin social media, kamu akan diserahkan tanggung jawab untuk mengelola akun-akun media sosial. Nah ketika menjadi Social Media Specialist, tugas kamu lebih berat karena selain bertanggung jawab dengan konten, kamu juga harus membuat strategi, planning, dan mekanisme dari sisi operasional sampai eksekusi. Di luar itu, kamu juga punya target-target yang harus dicapai selama periode tertentu.

Pada dasarnya, seorang Social Media Specialist memiliki tanggung jawab dan memegang kendali atas seluruh isi jejaring sosial sebuah perusahaan. Namun pekerjaan mereka tidak sebatas meng-upload foto atau materi-materi lain seperti video dan iklan di akun media sosial. Setiap langkah yang diambil oleh seorang Social Media Specialist di dunia maya harus diperhitungkan secara rinci dan strategis. Perhitungan itu menyangkut pesan dalam setiap materi, waktu upload,

Setiap langkah yang diambil seorang Social Media Specialist di dunia maya sudah terkalkulasi secara strategis. Dari penempatan konten berbeda untuk media yang berbeda, penggunaan kata kunci yang tepat, hingga perencanaan waktu publikasi sangat dibutuhkan untuk menjamin isi posting meraih audiens sebesar-besarnya dan memberi efek yang diinginkan.

Umumnya, seorang Social Media Specialist akan memiliki tanggung jawab seperti ini:

  • Update terus informasi yang mengalir tentang tren terkini
  • Melakukan pengecekan dan perbandingan dengan kompetitor kamu,
  • Mengevaluasi apakah yang kamu lakukan sudah tepat untuk kemajuan perusahaan?
  • Membentuk jaringan dan personal connection dengan audience ataupun target market
  • Rutin mengecek dan melakukan perbaikan konten
  • Membangun komunitas
  • Meningkatkan advocacy brand melalui word of mouth marketing
  • Meningkatkan trust dan kredibilitas di mata komunitas
  • Gunakan juga social media untuk sales/marketing
  • Serta mengusahakan benefit melalui SEO

Untuk poin yang terakhir, kamu harus ingat bahwa SEO merupakan modal dasar dalam menjalankan bisnis di era digital. Jika sebagai Social Media Specialist kamu belum memahami SEO, sebaiknya segera belajar dan jangan sampai ketinggalan dengan brand atau perusahaan lain. Nah, niat untuk belajar ini juga sangat penting. Kamu harus tahu tentang banyak hal karena sebetulnya pekerjaan kamu dekat dengan masyarakat.

Seperti umum diketahui, menjadi seorang Social media specialist yang baik memang tidak bisa dilakukan oleh semua orang, hanya mereka yang memiliki passion terhadap media sosial, dan harus menyukai untuk menjadi aktif di media sosial.