Humble Bragging, Perilaku Sombong yang Rendah Hati

Pernah mendengar istilah “humble bragging”? Biasanya, orang yang melakukan humble bragging adalah mereka yang pamer namun tidak ingin terkesan sedang menyombongkan sesuatu. Istilah yang sering diucapkan untuk sikap ini adalah “merendah untuk meroket”. Tentunya, menghadapi orang yang memiliki sifat ini sangat menjengkelkan.

 Meskipun ingin terkesan rendah hati, namun tetap saja kalimat yang digunakan seorang humble bragger  selalu menonjolkan sesuatu tentang dirinya. Tapi jangan salah! Ternyata humble bragging punya beberapa tipe lho. Yuk simak fakta-fakta mengenai humble bragging di bawah ini. Apakah kamu juga termasuk yang pernah melakukannya?

Berdampak buruk

Sifat humble bragging tentu termasuk negatif. Tapi ternyata, Studi dari Harvard Business School menyatakan bahwa dampak melakukan humble bragging lebih buruk dibandingkan pamer secara terang-terangan lho, Pintarian. 

Sementara menurut Journal of Personality and Social Psychology, orang yang terbiasa melakukan humble bragging jumlahnya semakin banyak seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi saat ini.

Sering ditemui

Menurut penelitian, dari 646 orang yang diwawancarai, 70 persen diantaranya mengaku mengalami fenomena ini dari orang lain di lingkungannya. Hal ini menunjukkan bahwa cukup banyak orang yang sadar bahwa sifat yang satu ini menyebalkan. Selain itu dari data humble brigging yang didapat, 60 persen diantaranya merupakan seorang humble bragger tipe komplain.

Merendah untuk meroket

Sifat humble bragging memiliki beberapa tipe. Salah satunya adalah merendah untuk meroket. Sebutan yang satu ini sudah sering di dengar karena biasa digunakan. Nah, tipe humble bragging yang satu ini adalah yang paling tinggi di antara yang lain.

Sebab, kesan pamer yang dilakukan oleh seseorang lebih menonjol dibandingkan dengan nada mengeluhnya. Misalnya saja seperti “Duh, capek juga ya ke kantor naik angkutan umum. Supirku lagi sakit sih jadi nggak bisa antar ke kantor.”

Baca juga: Sifat Baik yang Mengganggu Jika Berlebihan

Self-deprecating humble brag

Tipe selanjutnya adalah Self-deprecating humble brag. Ciri dari jenis humble bragging yang satu ini adalah ketika seseorang menjelek-jelekkan diri sendiri. Tapi, biasanya jenis humble bragging yang satu ini lebih bisa diterima. Sebab biasanya jenis ini digunakan dengan menggunakan kalimat candaan, walaupun sedikit bernuansa satir atau sarkas. Misalnya seperti “Heran, deh! Kenapa banyak yang bilang aku masih ABG, sih? Padahal aku sudah kepala 3,”.

Naive humble brag

Seperti namanya, jenis humble bragging ini sangat polos atau naïf. Jadi, seseorang yang melakukan naïve humble brag ini mengatakan segala hal secara blak-blakan. Mereka berniat ingin menunjukkan bahwa dirinya sangat kooperatif dan tidak sombong. 

Padahal, kalimat yang mereka sampaikan bertujuan untuk menonjolkan diri. Contoh kalimat orang yang sedang melakukan naïve humble brag seperti “Kamu sih enak ya, bisa langsung kerja di perusahaan orang tua. Aku dulu apa-apa sendiri mulai dari nol,”

Nah, bagaimana Pintarian? Dari beberapa jenis dan penjelasan di atas. Kamu pasti pernah melihat humble bragging  yang dengan mudah dan sering terlihat di berbagai media sosial, oleh teman, orang ternama, atau jangan-jangan kamu juga pernah melakukannya.

Dengan melakukan hal tersebut, jangan harap kamu mendapatkan simpati atau pujian. Malah kamu semakin membentuk kesan negatif dari diri kamu. 

Untuk itu, bila kamu memiliki prestasi atau kelebihan, biarkan orang lain yang memuji kamu bukan sebaliknya, dimana kamu malah menggunakan teknik rendah hati dengan bumbu kesombongan di dalamnya. Ingat, Bangga boleh, sombong jangan!

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.