Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok yang mutlak diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Hampir semua kegiatan khususnya di perkotaan tergantung dengan tenaga listrik. Mulai dari rumah, kantor sampai dengan tempat-tempat umum. Saat listrik mati akan sangat terasa bahwa manusia sudah sangat tergantung pada tenaga ini. Karena keberadaannya yang sudah menjadi hal biasa di sekitar kita, terkadang penggunaan listrik kurang diperhatikan dan berakibat pada terjadinya pemborosan listrik. Tindakan-tindakan kecil bisa berakibat pada terbuangnya listirk secara percuma, seperti lupa mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan, tidak mematikan pendingin ruangan ketika tidak dipakai serta kelalaian-kelalaian lainnya.

Perlu diketahui bahwa belum semua daerah di Indonesia sudah terjangkau aliran listrik. Daerah-daerah yang berada di pelosok masih banyak yang belum dapat menikmati fasilitas ini. Sungguh ironis ketika faktanya masyarakat perkotaan masih ada yang mengambur-hamburkan listrik padahal di sisi lain masih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Mulai Tindakan Penghematan  dengan Aksi Nyata Satu Jam Tanpa Listrik

Sebagai manusia cerdas dan berakal budi, sudah sepatutnya Anda menggunakan listrik dengan bijak. Penggunaan yang semestinya dapat membantu menurunkan tingkat konsumsi listrik, sehingga beban yang ditanggung oleh Perusahaan Listrik Negara menjadi lebih ringan. Beban listrik yang dapat ditekan ini bisa disalurkan untuk daerah lain yang lebih membutuhkan. Penggunaan listrik dengan bijak ini harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk menghemat listrik adalah dengan penerapan Earth Hour. Kampanye  ini merupakan kampanye satu jam tanpa listrik yang dilakukan dengan mematikan seluruh alat-alat elektronik dan lampu. Kampanye Earth Hour ini dilaksanakan pada sekitar akhir bulan Maret karena pada waktu tersebut cuaca di hampir seluruh belahan dunia cukup kondusif. Pada musim-musim sekitar akhir Maret ini cuaca cukup hangat sehingga masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan aman tanpa pendingin atau pemanas udara yang memerlukan listrik. Earth Hour dapat diadaptasi di Indonesia dan diterapkan sewaktu-waktu. Waktu satu jam saat listrik tidak difungsikan, Anda bisa menisi waktu dengan kegiatan lain yang tidak memerlukan alat elektronik, contohnya membaca, memasak dan lain sebagainya.

Hal sederhana ini ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan jika rutin dilakukan oleh banyak orang. Listrik yang dihemat selama satu jam ternyata dapat dialokasikan untuk satu rumah sederhana. Bayangkan berapa banyak listrik yang dapat dialirkan kepada yang lebih membutuhkan jika kampanye ini bisa diikuti oleh banyak orang?

Hemat Listrik Bisa Menyelematkan Bumi dari Kerusakan, Bagaimana Mekanismenya?

Tenaga listrik tidak semata-mata muncul begitu saja, namun perlu diciptakan dari sebuah proses panjang yang memerlukan bahan bakar. Semakin tinggi beban tenaga listrik yang dibutuhkan masyarakat maka akan semakin banyak bahan bakar yang diperlukan. Hal inilah yang memicu terjadinya kerusakan lingkungan. Penghematan listrik secara tidak langsung juga dapat mengurangi fenomena Pemasanan Global atau Global Warming. Fenomena Pemanasan Global terjadi akibat adanya gas-gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer. Salah satu jenis gas rumah kaca ini adalah gas CO2 yang salah satunya dihasilkan dari pembakaran pada proses pembangkitan listrik berbahan dasar minyak bumi. Kerusakan alam yang terjadi terus-menerus akibat pemanasan global ini pada akhirnya berujung pada perubahan iklim global yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Menghemat listrik mulai dari sekarang dan mulai dari diri sendiri bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat lain serta kelestarian bumi. Setelah tahu fakta tersebut, yuk jadi pengguna listrik yang bijak dan cerdas agar kerusakan lingkungan dapat dihindari Pintarian!