Gagal move on bukan hanya urusan hubungan cinta saja Pintarian. Nyatanya, istilah gagal move on yang diartikan sebagai sikap yang sulit berpindah dan melupakan masa lalu, ternyata dapat pula berlaku di lingkungan kerja.

Entah karena kondisi atau kesempatan yang lebih baik, banyak diantara kamu yang mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dan berpindah kerja ke tempat lain. Hanya saja, hal yang menjadikan kesan gagal move on begitu melekat adalah sulitnya untuk kamu melupakan keindahan kantor lama, seperti lingkungan kerja, hingga rekan kerja yang membuat kamu selalu kangen.

Kondisi seperti ini sebetulnya wajar pada awal-awalnya. Tapi bila terus menjadi pembahasan, maka bisa membuat kamu terhambat untuk beradaptasi di tempat kerja baru. Bahkan jika dibiarkan, bisa berpengaruh pada produktivitas pekerjaan kamu nantinya.

Memang akan lebih mudah saat kamu menerima tanggung jawab pekerjaan yang memang sudah menjadi profesi kamu, karena sudah disepakati sejak awal, sebagai bentuk komitmen antara kamu dengan perusahaan.

Akan tetapi lain halnya dengan ikatan emosi dengan rekan kerja dan  lingkungan yang sudah terbangun di kantor lama.  Membandingkannya dengan rekan kerja dan lingkungan baru bukanlah langkah yang cerdas, karena belum tentu dapat terjalin dengan sama, bahkan dapat pula berakibat pada hambatan koordinasi nantinya.

Baca juga: Bisnis Gagal, Mungkin ini yang Menjadi Penyebabnya

Intinya, kantor baru memiliki gaya bekerja dan koordinasinya sendiri, kamu yang seharusnya beradaptasi bukan sebaliknya. Apabila diteruskan, tidak hanya berdampak pada pekerjaan tapi juga hubungan kamu dengan rekan kerja baru.

Lalu apa yang bisa kamu lakukan untuk bisa move on dari kantor lama? berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

  • Tetapkan hati kamu untuk bisa bekerja di lingkungan kerja baru dengan segala tanggung jawab dan konsekuensinya, termasuk adanya perbedaan lingkungan dan gaya komunikasi yang berbeda dengan kantor kamu yang lama.
  • Ingat, menjadi sosok yang profesional adalah orang yang mampu beradaptasi dalam lingkungan kerja di situasi apapun.
  • Dengan mendapatkan teman dan lingkungan kerja baru, menjadi kesempatan kamu untuk belajar dan mendapatkan hal baru. Termasuk mengenal dan memahami berbagai karakter orang di dunia kerja.
  • Menikmati pekerjaan baru sebagai satu paket yang harus kamu terima dan hadapi. Dan melakukannya dengan sikap optimis dan positif.
  • Kurangi komunikasi secara agresif dengan rekan kerja di kantor lama, seperti di grup chat. Untuk sementara,  usahakan untuk hanya menjadi pengamat dan tidak terlalu aktif berinteraksi.
  • Sebagai karyawan baru dan lingkungan baru, tidak perlu ragu untuk bertanya dengan rekan kerja lainnya. Sehingga kamu dengan lebih mudah memahami  dan beradaptasi.
  • Tetap rendah hati, walau di tempat kerja baru. Kamu akan bertemu beberapa orang yang mungkin tidak memiliki kapasitas yang lebih tinggi dari kamu.
  • Perlihatkan diri kamu sebagai karyawan baru yang layak bekerja di perusahaan tersebut dan patut diterima di lingkungan kerja yang ada.
  • Jadikan diri kamu untuk bisa memposisikan diri di lingkungan kerja baru. Dengan melakukan pekerjaan dan baik dan membina hubungan rekan kerja yang positif. Maka mudah bagi kamu menjadi untuk kelak menjadi bagian yang tidak terpisahkan di tempat kerja baru.
  • Nikmati dan biarkan tempat kerja lama menjadi kenangan masa lalu. Dengan keputusan yang kamu ambil untuk bekerja di tempat baru. Maka kamu harus menerima kelebihan dan kekurangannya. Dan mencoba untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah kamu lakukan di kantor baru.

Tetap semangat yah Pintarian!