Dua bidang ilmu yang berkaitan dengan kegiatan analisa ini sering dianggap serupa. Akan tetapi, ada perbedaan yang cukup signifikan antara kerja-kerja Data Analyst dengan Business Analyst.

Seorang Data Analyst bekerja dengan tanggung jawab menghasilkan laporan hasil terjemahan dari data angka sehingga mudah dimengerti. Ia tidak dituntut untuk memahami detil dunia pemrograman, namun tetap harus memahami statistik dan operasi bisnis karena seorang data analyst biasanya diminta menghasilkan laporan atau presentasi yang merupakan intisari dari kinerja perusahaan.

Sementara itu, seorang business analyst bekerja dengan tanggung jawab menerima dan mengumpulkan informasi bisnis dari klien dan stakeholder kemudian menganalisanya dan menerjemahkan hasil analisa ke dalam bentuk spesifikasi dokumen (FSD) untuk disetujui oleh pihak-pihak itu. Sebagai tambahan, business analyst perlu berkomunikasi dengan programmer untuk menentukan langkah yang perlu diambil sebagai keputusan bisnis.

Tugas seorang business analyst tidak sedikit. Ia wajib memantau keseluruhan proses bisnis perusahaan. Ia juga harus menjadi pendengar yang baik bagi semua pihak yang berkepentingan dengan bisnis. Dari sisi teknis, seorang business analyst juga perlu membuat design mockup maupun wireframe dan tentu saja membuat rancangan database.

Pada umumnya, Business Analyst memiliki latar belakang teknik, memiliki pengalaman sebagai Programmer, dan tidak harus selalu bekerja dalam proyek-proyek yang berkaitan dengan IT.

Keahlian seorang Business Analyst sering diperlukan dalam bidang pemasaran dan keuangan sekaligus. Biasanya beberapa perusahaan ataupun industri yang membutuhkan jasa mereka umumnya bergerak di bidang keuangan, perbankan, asuransi, telekomunikasi, dan layanan perangkat lunak. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bidang-bidang lain juga memerlukan jasa mereka untuk mengembangkan bisnisnya terutama untuk membuatnya lebih profesional.

Intinya, tujuan utama adanya profesi Business Analyst dalam sebuah perusahaan adalah untuk melakukan kerja mengidentifikasi masalah dan menemukan solusi agar manajemen dapat beroperasi dengan lebih efisien dan efektif. Pada akhirnya, ia juga harus memahami berbagai permasalahan dan mencoba memberikan tawaran solusi agar perusahaan bisa mengembangkan bisnis.

Nah pintarian, sudah lebih memahami bedanya dua jenis pekerjaan itu? Kamu bisa cari tahu lebih dalam dan mengikuti kelas profesinya di sini.