Jangan tunggu tua untuk berinvestasi. Mumpung masih muda, mulailah dari sekarang. Berinvestasi itu tidak perlu menunggu punya banyak uang lho. Kamu bisa mulai dengan hanya menyisihkan uang jajan sehari-hari. Tapi perlu diingat, apapun jenis investasi yang akan dipilih, perlu dipelajari. Jangan hanya memikirkan untung di awal, namun pertimbangkan juga risiko yang akan dihadapi.

Siapapun pasti menginginkan hasil investasi mereka menghasilkan atau bahkan dapat mendatangkan keuntungan, untuk itu kamu harus tahu terlebih dahulu cara investasi menguntungkan dan bagaimana menjalaninya. (Baca juga: Tips sukses investasi di masa depan)

Investasi Saham

Hal yang pertama yang dilakukan adalah investasi saham. Ini adalah salah satu jenis investasi menarik untuk para generasi millenial seperti sekarang ini. Kenapa begitu, karena kita bisa memulai dengan modal kecil dan bisa mengandalkan gadget yang kita punya. Secara singkat ada dua jenis investasi saham, yaitu investasi saham trading dan investasi menabung.

Pilihan ini salah satunya ditentukan oleh kemampuan risiko yang bisa kita tanggung. Bila kamu tergolong orang yang lebih suka main aman, kamu bisa menabung saham. Misalnya dengan membeli saham-saham bluechip milik perusahaan besar yang memiliki performa yang baik. Dengan begitu kamu bisa menjadi ambil bagian dari kepemilikan dan mencicipi keuntungan dari perusahaan tersebut. Belajar berinvestasi dan menguasai cara investasi yang tepat juga bisa membuat kamu hobi lho, bahkan untuk beberapa orang telah menjadi profesi dari hobi menguntungkan dan mendatangkan uang!

Nah jika kamu adalah tipe investor yang lebih agresif dan berharap keuntungan lebih besar, kamu bisa melakukan trading, atau jual beli saham. Apakah susah? Nggak juga lho.. Sekarang ini banyak kelas belajar saham untuk para pemula, baik dari lembaga pengelola hingga pelakunya. Kamu bisa belajar dari keberhasilan mereka. Inilah menariknya tentang investasi terlebih jika kamu tahu cara investasi menguntungkan nantinya.

Reksadana

Mirip dengan investasi saham, bedanya kamu hanya perlu mempercayakan pengelolaan investasi saham kamu kepada lembaga sekuritas yang bisa diandalkan. Sederhananya seperti menabung di bank, tetapi yang kamu tabung bukanlah uang melainkan penyertaan modal pada suatu perusahaan yang dianggap memiliki prospek yang menguntungkan. Sehingga yang pertama kali harus diingat dalam berinvestasi reksadana, adalah kamu harus jeli memilih perusahaan manajer investasi untuk mengelola investasi kamu.

Caranya adalah dengan melihat portofolio dan reputasi mereka selama menangani proyek reksadana. Meski begitu kamu tidak bisa mengandalkan sepenuhnya kepada perusahaan sekuritas. Kamu juga tetap harus memiliki pengetahuan dan mempelajari produk-produk reksadana yang ditawarkan agar tidak kebobolan. (Baca juga: Profesi asik yang bikin jadi kreatif)

Investasi Peer to Peer (P2p) Lending

Sederhananya, P2P adalah platform digital yang bertindak sebagai perantara antara pemberi pinjaman atau investor yang ingin mendapatkan hasil signifikan dan pihak peminjam. Di Indonesia sendiri setidaknya terdapat 120 perusahaan P2P dan sebagian besar dari mereka telah terdaftar di OJK.

Ada pula perusahaan yang dilengkapi dana proteksi untuk meminimalkan dampak kerugian pada investor. Cara investasi menguntungkan melalui P2P ini mungkin terdengar asing, namun jika kamu telaah lebih jauh, investasi dengan cara ini terbilang cukup mudah dilakukan bagi para anak muda.


Sebagai investor kamu juga bisa memilih berbagai bidang yang ingin dibantu, misalnya bisnis, pendidikan, kuliner dan lainnya. Besaran investasi pun beragam. Ada yang dimulai dengan dana Rp 100.000 hingga jutaan rupiah. P2P Lending ini sangat mudah, karena kamu cukup membuka akun secara online, lalu transfer sejumlah uang dan cari perusahaan yang ingin didanai. Untuk meminimalisasi risiko, pilih perusahaan yang sudah terdaftar di OJK.

Adanya pilihan jenis investasi menguntungkan di era sekarang ini juga menuntut kamu untuk bisa memilih prioritas terbaik untuk menentukannya. Kamu juga harus memiliki plan kedepan yang rinci dan jelas, disertai keuntungan dan risiko yang harus dihadapi. Maka dari itu, belajar membuat prioritas dari saat ini juga perlu. Lakukan cara aman dalam investasimu ya!