Menjalani  work from home (WFH), apakah kamu salah satu yang menyambutnya dengan gembira? Karena bisa memiliki waktu yang lebih fleksibel dalam bekerja dan berharap bisa lebih rileks menjalani aktivitas. 

Meskipun begitu, ternyata WFH juga memiliki efek lain yang cenderung negatif saat dilakukan dalam jangka waktu yang lama, yakni mengalami burnout.

Burnout sendiri merupakan kondisi stres kronis yang terjadi secara terus menerus hingga terkumpul dan membesar. Dan efeknya bisa berpengaruh pada kesehatan mental dan fisik bagi yang mengalaminya.

Lalu mengapa WFH yang cenderung memungkinkan pekernya lebih fleksibel dan santai bisa mengalami burnout?

Dilansir dari Harvard Business Review, mengapa burnout bisa terjadi kepada orang yang menjalani WFH , dikarenakan beberapa hal, seperti:

·         Merasa waktu tidak berjalan  karena  fokus kerja, karena  tempat kamu bekerja dan beristirahat berada di lokasi yang sama.

·         Ada keinginan untuk bisa memberikan kinerja lebih, yang berdampak pada  waktu istirahat  yang terganggu.

·         Tidak ada pembatas yang jelas antara kehidupan kerja dan personal .

Bila kondisi tersebut berjalan secara terus menerus, maka kamu kelak bisa merasakan burnout yang mulai mempengaruhi kamu dalam berbagai hal. Seperti

Menghindari Pekerjaan

Saat mengalami burnout, kamu mulai tidak peduli dengan pekerjaan. Bahkan cenderung menghindarinya. Seperti mengacuhkan email kantor, mengabaikan pesan, terlambat, hingga menunda pekerjaan. Hal ini terjadi karena pada saat burnout, kamu merasa lelah dengan bekerja dan ingin melakukan hal lain kecuali bekerja.

Kinerja Menurun

Hal yang juga mengindikasikan kamu mengalami burnout yakni performa atau kinerja yang semakin menurun. Tidak ada lagi rasa semangat memberikan hasil kerja yang baik, bahkan kamu cenderung sering salah salah dan pada tahap yang buruk bisa menyalahkan orang lain.

Baca juga:Mengatasi Stres Saat Bekerja di Tempat Baru

Sering Sakit

Saat stres sudah melanda dalam tahap parah, kesehatan mental dan fisik kamu mulai mengalami akibatnya. Mengalami emosi yang tidak stabil seperti mudah marah, tertekan, dan sedih. Sedangkan fisik menjadi rentan dengan daya tahan tubuh yang semakin menurun. Dan salah satu yang sering dialami adalah sakit kepala dan kesulitan untuk bisa tidur.

Tidak Pernah Berhenti Memikirkan Pekerjaan

Bayangkan tujuh hari dalam seminggu, hanya pekerjaan yang ada di pikiranmu. Termasuk di momen yang sebetulnya menjadi waktu yang tepat untuk beristirahat dan menenangkan pikiran kamu dari segala hal yang berkaitan dengan pekerjaan.

Akan tetapi, yang terjadi malah sebaliknya. Burnout telah menginvasi segala hal di kehidupan kamu.

Jelas saat kamu mengalami situasi tersebut, bukanlah hal yang menyenangkan. Dan harus segera dicari solusinya, dengan melakukan beberapa hal untuk bisa mengatasinya. Ini dia beberapa diantaranya:

Atur dan Ikuti Jadwal Kerja dengan Baik

Saat menjalani WFH, jangan terlena untuk menjalani pekerjaan yang lebih santai. Pastikan tetap bekerja seperti biasa dan diselesaikan dengan tepat waktu.

Buat catatan kecil bila perlu, untuk memberikan fokus tambahan mengenai apa saja yang perlu dikerjakan sesuai batas waktu yang diperlukan.

Istirahat dan Liburan, Lupakan Soal Pekerjaan

Dengan menjadikan rumah sebagai tempat bekerja dan beristirahat karena WFH. Kamu harus lebih tegas terhadap waktu liburan dan istirahat kamu. Saat memang kamu berada di jam istirahat atau liburan, usahakan untuk tidak memikirkan soal pekerjaan. Hindari membaca pesan grup kantor atau email kantor yang bisa mengganggu kenyamanan kamu untuk lebih rileks, beristirahat, menjalani hobi, dan berkumpul bersama kerabat atau keluarga terdekat, sebagai cara detoksifikasi kamu dari stres akibat burnout.

Tidur, Olahraga, dan Konsumsi Makanan yang Sehat

Melalui ketiga hal tersebut, secara emosional dan fisik akan semakin tangguh. Dan sangat bermanfaat untuk meredakan tingkat stres yang ditimbulkan oleh burnout.