Proses melamar pekerjaan hingga masuk ke tahap interview memang menjadi perjalanan menegangkan untuk semua orang. Persaingan ketat dengan kandidat lain, sebagai pihak yang berpengalaman atau bahkan yang baru saja lulus kuliah, sekolah, maupun blended learning seakan menjadi medan perang yang harus kamu lalui, hingga pada akhirnya pihak perusahaan bisa menentukan pilihannya.

Jangan sedih jika dalam mencari kerja kamu mengalami kegagalan. Percayalah, sebagian besar orang pernah mengalaminya. Tapi bukan berarti kamu pasrah dan tidak memperbaiki. Bahkan bisa jadi bahwa kamu gagal karena hal yang sebetulnya fatal atau bahkan tidak perlu terjadi.

Apa saja sih yang bikin perusahaan berubah pikiran atau bahkan menolak kamu untuk bergabung di perusahaannya?

Email Hanya Berisi Attachment

Hal ini merupakan yang paling sering dilakukan oleh para fresh graduate. Karena belum memiliki pengalaman melamar kerja, mereka biasanya hanya melampirkan CV tanpa menulis apapun di bagian body email. Padahal, menulis kata pengantar pada body email bukan hanya memperjelas lamaranmu. Tapi, ini juga menunjukkan keseriusanmu dalam mengajukan lamaran dan sopan santunmu dalam dunia kerja. Jangan sampai mengabaikan hal yang satu ini ya, Pintarian!

Nama Attachment File yang Nyeleneh

Meskipun sepertinya hal ini tidak penting, ternyata nama attachment file-mu juga diperhatikan oleh HR perusahaan. Sebelum melampirkan attachment, pastikan nama file yang akan kamu kirim rapi dengan format tulisan sesuai EYD. Jangan sampai attachment file yang kamu kirimkan diberi nama “CV terbaru september (revisi) fix” ya. 

Baca juga: Karantina di Rumah, Lakukan Aktivitas Seru dan Bermanfaat Ini

Tidak Melakukan Research Tentang Perusahaan

Hal yang satu ini juga banyak tidak diperhatikan oleh pelamar. Kebanyakan dari mereka hanya mengirimkan lamaran kerja tanpa mencari informasi tentang perusahaan yang dituju. Hasilnya ketika interview mereka tidak tahu apa-apa soal perusahaan tersebut. Perlu dicatat bahwa hal ini merupakan salah satu penilaian HR saat interview. Jadi, kalau kamu mendapat panggilan interview, pastikan kamu melakukan research dulu sehingga kamu memiliki bekal saat wawancara.

Hilang Konsentrasi Pada Saat Wawancara

Sebelum datang untuk memenuhi panggilan wawancara, persiapkan dirimu lebih dulu. Sarapan yang cukup, pilih pakaian yang rapi dan sopan, dan tinggalkan masalah pribadimu sejenak. Kamu harus fokus ketika melakukan wawancara kerja. Kalau kamu kehilangan konsentrasi dan membuat HR mengulang-ulang pertanyaan, ini akan jadi penilaian buruk. Bisa-bisa mereka batal merekrutmu di perusahaan tersebut.

Sok Jago

Walaupun kamu adalah orang yang brilliant, memiliki IPK tinggi dan banyak skill yang kamu punya, jangan sekali-kali kamu bertingkah sok jago di depan HR. Misalnya, bermain HP atau hal lain saat wawancara berlangsung. Tentu kamu akan dianggap tidak sopan oleh HR perusahaan tersebut. Dan sudah bisa dipastikan bahwa mereka tidak akan merekrutmu dalam perusahaan mereka. Tunjukanlah attitude yang baik jika sedang melakukan wawancara kerja. Sebab, hal ini adalah penilaian paling penting yang akan dilihat oleh HR perusahaan.

Tidak Memberi Tanggapan Cepat

Pada saat sedang mengajukan lamaran pekerjaan, sebaiknya kamu selalu memeriksa inbox email-mu. Karena, kalau kamu tidak fast response ketika HR membalas email lamaran pekerjaanmu, ini juga bisa membuatnya kesal. Ketika kamu mendapatkan email panggilan kerja, berikan konfirmasi secara fast respons agar HR bisa menilai keseriusanmu untuk bekerja di sana.

Tidak Datang Interview Tanpa Kabar

Jika kamu berhalangan hadir ketika wawancara kerja, sebaiknya kamu tetap memberi kabar pada pihak perusahaan. Coba posisikan dirimu sebagai HR perusahaan tersebut. Pasti jengkel kan kalau kandidat yang kamu panggil tidak hadir tanpa kabar? Kirimkan email atau kontak langsung HR perusahaan itu ketika kamu memang tidak bisa menghadiri interview kerja dan beritahukan alasanmu.

Hayooo Pintarian, pernah melakukan 1 diantara 7 hal diatas? Kalau iya, segera lakukan perbaikan. Siapa tahu nantinya, kamu akan bisa lebih meyakinkan perusahaan untuk menerima kamu, walau sebagai fresh graduate,yang baru lulus kuliah, sekolah, atau blended learning.