Akibat Covid-19, Pemerintah Tetapkan 3 Perubahan Rencana Kartu Pra Kerja

Belakangan ini, munculnya virus corona sedang menggemparkan seluruh dunia termasuk Indonesia. Penderita virus yang pertama kali muncul dari Wuhan, China ini pun terus bertambah di banyak negara. Hingga saat ini, pasien yang terkena virus corona di Indonesia juga terus bertambah. Virus ini pun berdampak besar terhadap banyak negara. Meningkatnya jumlah pasien corona di Indonesia ini ternyata juga berdampak pada program Kartu Pra Kerja. Pemerintah pun berusaha untuk mengatasi hal tersebut. Berikut 3 perubahan yang dibuat pemerintah terhadap perencanaan Kartu Pra Kerja.

Mempercepat Implementasi Kartu Pra Kerja

Pada awalnya pemerintah memang ingin peluncuran program ini dilakukan dengan cepat. Setelah mengalami beberapa kali pengunduran launching progam Kartu Pra Kerja, pemerintah akhirnya berencana untuk meluncurkan program Kartu Pra Kerja ini pada bulan April 2020. Namun, virus ini pun ternyata bukan hanya berdampak bagi kesehatan saja, melainkan berdampak pula pada perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah pun mengubah rencana dan mempercepat implementasi program Kartu Pra Kerja ini. Presiden Joko Widodo berencana untuk mempercepat implementasi Kartu Pra Kerja ini pada akhir bulan Maret yang lalu.

Mengubah 3 Wilayah yang Akan Menjadi Uji Coba

Selain mempercepat implementasi program Kartu Pra Kerja, pemerintah juga mengubah wilayah yang akan menjadi uji coba program ini. Sekertaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono pun telah mengonfirmasi hal tersebut. Rencana untuk mempercepat implementasi Kartu Pra Kerja ini juga dikarenakan 3 wilayah yang akan menjadi uji coba program Kartu Pra Kerja ini telah terdampak virus menular ini.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohammad Rudy, menjelaskan bahwa pada awalnya, uji coba program Kartu Pra Kerja akan diberlakukan di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Awalnya pemerintah memilih ketiga wilayah ini karena menilai bahwa angka pengangguran di daerah ini cukup banyak. Namun, hal ini dibatalkan dan diubah oleh pemerintah karena adanya virus corona. Tiga wilayah yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi uji coba program Kartu Pra Kerja ini akhirnya diputuskan di Bali, Riau dan Manado.

Pemerintah memilih daerah tersebut menjadi wilayah uji coba program Kartu Pra Kerja dikarenakan daerah tersebut secara ekonomi paling terdampak oleh adanya wabah virus corona ini. Sesuai janjinya, pemerintah pun ingin segera mengimplementasikan program Kartu Pra Kerja untuk membantu perekonomian masyarakat. Untuk kepulauan Riau, Batam nantinya akan menjadi wilayah uji coba Kartu Pra Kerja.

Bentuk Project Management Office

Peluncuran progam baru ini pun dipersiapkan pemerintah dengan baik. Dikarenakan program ini akan segera diluncurkan, pemerintah pun akan membentuk badan pelaksana atau Project Management Office (PMO) untuk menjalankan program Kartu Pra Kerja ini. Namun hingga saat ini, PMO masih dalam tahap perencanaan termasuk rencana susunan pejabat yang akan bertanggung jawab.

Agar peluncuran Kartu Pra Kerja ini dapat berjalan dengan baik, nantinya PMO juga akan bekerja sama dengan digital platform. Melalui digital platform inilah, masyarakat dapat memilih pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan swasta untuk program Kartu Pra Kerja, untuk menjadi mitra resmi, salah satunya yaitu Pintaria, yang menyediakan beragam pelatihan yang efektif dan efisien untuk masyarakat pemilik kartu Pra Kerja

Untuk ketersediaannya pemerintah akan menyediakan 2 juta kartu, yang dibagi menjadi 1,5 juta kartu yang diakses digital. Sedangkan sisanya yaitu 500 ribu kartu dapat diakses secara reguler atau berbentuk kartu fisik.

 

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.