Negosiasi karir atau kenaikan gaji adalah hal lumrah dalam suatu perusahaan. Apalagi jika kamu merupakan karyawan yang telah lama bekerja di dalamnya. Tentu kamu ingin memiliki peningkatan karir, baik itu jabatan atau gaji.

Namun, menurut survei sebuah konsultan Exec-Comm, tidak semua karyawan bisa menjadi negosiator dalam menegosiasikan karirnya sendiri. Karyawan cenderung menghindari negosiasi gaji, promosi, atau manfaat karena ketakutan, ketidaknyamanan, dan kurangnya informasi tentang jalur karir

Maka dari itu, untuk memuluskan negosiasi atau menjadi negosiator yang baik dalam menegosiasikan karir atau gaji kamu, ada beberapa langkah yang perlu kamu ambil. 

Strategi

Sebelum melakukan negosiasi, kamu perlu memiliki atau mengatur strategi dalam menentukan harga (kenaikan gaji) atau persyaratan untuk mendapatkan kesepakatan terbaik. Ini berarti kamu harus memutuskan apa yang kamu inginkan, apa yang kamu pikir dan kamu ambil, apa yang akan kamu buka, serta kapan kamu akan pergi. 

Kamu harus mengatur aspirasi setinggi mungkin selama perencanaan strategi kamu. Penelitian menunjukkan bahwa negosiator yang menetapkan tujuan tinggi cenderung mendapatkan lebih banyak daripada mereka yang menetapkan yang lebih rendah. 

"Membuat strategi berarti mengidentifikasi gaji kamu, apa yang dapat kamu tawarkan kepada orang lain (manajer), dan apa yang dapat kamu minta sebagai imbalannya. Ini membentuk dasar dari apa yang kamu negosiasikan," kata konsultan Ex-Comm, Ching Valdezco dalam laman Techrepublic.

Atur iklim

Atur nada positif ketika kamu bertemu karyawan lain yang ingin menegosiasikan kenaikan gaji, jabatan, dan lain sebagai dengan menjadi komunikatif dan relasional. Jika memungkinkan, bawalah agenda yang dapat digunakan oleh kedua belah pihak, dan letakkan item yang paling penting menjelang akhir, saat kamu membangun hubungan dengan orang lain.

Dapatkan informasi

"Negosiasi adalah proses pengumpulan informasi," kata Valdezco. Ini berarti mengajukan banyak pertanyaan terbuka, secara khusus meminta manajer atau atasan kamu untuk menjelaskan, menceritakan, mendeskripsikan, atau berbagi.

Pertanyaan yang luas dan terbuka mungkin perlu kamu tanyakan untuk mendapatkan informasi itu. Misalnya terkait bagaimana seorang manajer menentukan anggarannya dalam hal kenaikan gaji karyawan, kemudian apakah menjadi prioritas mereka ketika karyawan meminta kenaikan gaji? dan lain sebagainya. Cari tahu lebih dalam soal informasi-informasi internal itu secara luas. 

Baca juga: Gaji atau Jabatan, Mana yang akan Kamu Pilih?

Posisi Kantor

Setelah mendapatkan informasi baru, kamu harus mengklarifikasi apa yang kamu ketahui dan percayai, dan bagaimana kamu dapat menyampaikan pendapat dari perspektif manajer atau atasan.

Jika memungkinkan, kamu harus mencoba untuk membuat orang lain (atau karyawan yang ingin menegosiasikan karirnya) menyatakan apa yang mereka inginkan terlebih dahulu, karena ini akan menempatkan kamu pada posisi yang lebih kuat untuk tawaran balik.

Tawar-menawar

Seringkali, orang-orang memasuki negosiasi dengan gagasan bahwa jika mereka baik, orang lain akan memberikan apa yang mereka inginkan. Namun, harapan bukanlah sebuah strategi. Sebaliknya, kamu harus belajar menggunakan bahasa kondisional selama negosiasi. Misalnya, seperti "Bagaimana jika saya ... kalau begitu, kan?" atau "Jika saya ... maka akankah kamu" atau "anggaplah kami ... maka maukah kamu ...".

Sebelum kamu memberikan sesuatu, ajukan kalimat-kalimat tersebut dan uji untuk melihat apakah itu sesuatu yang orang lain pedulikan atau tidak. Kamu tentu tidak ingin memberikan hal-hal yang bernilai secara begitu saja. Uji apa yang kamu dapatkan sebagai balasannya. Ini harus melibatkan cara penawaran dengan cara yang ramah yang terfokus pada hasilnya, jadi ini terasa seperti proses pertumbuhan.

 Hasil Akhir

Perjanjian mewakili tahap akhir dalam proses negosiasi, dan harus melibatkan kedua pihak yang bersatu. Dalam situasi yang sukses, setiap orang harus meninggalkan meja negosiasi dengan perasaan bahwa mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan.