5 Cara Buat CV Menarik Perhatian Perusahaan

Manusia paling jago membuat alasan. Bisa dikatakan, ini cara alami manusia melindungi dirinya dari tudingan dan celaan. Tak heran, sederet hal siap dikeluarkan. Mulai dari alasan pendidikan, belum punya pengalaman, tidak punya kenalan orang dalam, hanya sarjana kampus swasta, hingga krisis ekonomi. PHK di mana-mana. Perusahaan demi perusahaan gulung tikar. Jika para pebisnis saja mengalami kebangkrutan, apalagi cuma sebagai pegawai?

Sekilas, seluruh alasan itu bisa dimaklumi, namun justru hal ini membawa kita jauh dari solusi. Kenyataannya, banyak orang tidak diterima kerja karena ketidakmampuannya dalam melamar kerja. Salah satunya terkait Curriculum Vitae (CV).

Kesalahan Menulis CV

Ada banyak pelamar kerja yang tidak paham cara bikin CV. Mereka memenuhi CV mereka dengan informasi yang tidak penting. Informasi yang tidak dibutuhkan HRD untuk menilai apakah Anda cocok atau tidak dengan lowongan. Misalnya mencantumkan

mencantumkan semua riwayat kera, terlepas itu sesuai atau tidak dengan lowongan yang dilamar. Akibatnya, kandidat terlihat seperti seorang “kutu loncat” dan tidak spesialis pada bidang apa pun. Lalu, buat apa HRD harus memberinya pekerjaan?

CV adalah proposal Anda untuk “menawarkan diri” pada pihak perusahaan. Dengan kata lain, CV adalah sebuah presentasi tertulis tentang kecocokan diri Anda dengan lowongan yang tersedia. Bila “presentasi” ini tidak cocok, ya Anda dicoret. Semudah itu.

Selain itu, hal lain yang perlu Anda ketahui, HRD tidak membaca semua kata dalam CV, melainkan scanning. Kenapa? Karena itu tidak mungkin. Bayangkan ada ratusan CV yang harus dibaca, sedangkan mereka harus menyelesaikan pekerjaan lainnya.

Agar efektif, sebagian HR menyeleksi dengan gaya “scanning.” Mereka membaca CV dengan “cepat” tapi tidak menyeluruh. Seberapa cepat? Kurang lebih 30 detik. Jika dalam waktu tersebut kita dinilai tidak memenuhi kriteria, ya sudah. HR akan pindah ke CV lain.

Karena itulah, jangan sampai CV kita dipenuhi dengan basa-basi. Akibatnya, kualitas kita tidak terlihat saat di-scanning. Bagaimana cara mengakalinya?

Cara Bikin CV yang Benar

Saat lowongan dibuka, pahami dulu kandidat macam apa yang HR cari. Setelah itu, coba baca CV Anda dalam 30 detik, atau boleh tunjuk orang lain melakukannya. Lalu jawab: Apakah, dalam 30 detik, CV Anda menunjukkan bahwa Andalah kandidat terbaik yang dicari HR? Jika jawabannya “bukan,” waktunya kembali ke laptop. Edit CV Anda sebagai berikut:

      Berikan overview kapasitas Anda di awal CV

      Highlight posisi dan pengalaman kerja yang relevan dengan ekspektasi HR

  Gunakan bahasa aktif saat menjelaskan detail pengalaman.

CV tidak perlu banyak kata. Tuliskan bukti, bukan rangkaian huruf pemanis belaka. Hari ini, semua orang bisa mengaku sebagai orang yang disiplin, pekerja keras, dan kreatif saat bekerja. Tapi, hanya sedikit yang bisa menunjukkannya pada HRD.

Contoh, untuk menunjukkan Anda adalah orang yang kreatif, tuliskan pengalaman-pengalaman dalam mendesain atau menaklukkan tantangan mengonsep visual. Sampaikan dengan efektif, tidak perlu menggombal. Selama pekerjaan tersebut betul-betul mampu menunjukkan kapasitas Anda, tuliskan. Jangan ragu.

Sebagian pelamar kerja, kadang, membatasi dirinya untuk menuliskan pencapaian-pencapaian—yang menurut mereka—kecil ketika perusahaan menghendaki adanya pengalaman kerja. Mereka berpikir pengalaman kerja hanya milik mereka yang pernah bekerja formil. Padahal, belum tentu demikian maksudnya.

Sebagai buktinya, perusahaan yang mencari tenaga kerja desainer majalah, tentu mengharapkan pelamar kerja yang mampu mendesain dengan baik. Desainer yang oke jelas membutuhkan jam terbang yang cukup tinggi. Wajar jika perusahaan menggariskan pengalaman sekian tahun.

Baca juga: Membuat Email Bahasa Inggris yang Baik dan Benar

Namun, Anda jangan berkecil hati karena Anda “hanya lulusan” majalah sekolah. Walau tidak secara formil bekerja kantoran, selepas lulus sekolah, Anda punya pengalaman kerja. Sehingga, Anda selalu bisa menuliskannya dalam CV untuk menunjukkan kapasitas pada HRD. Perusahaan akan menghargai itu dan menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam menyeleksi para pelamar.

Jika Anda tak mencantumkan pengalaman, Anda akan terlihat sama dengan mereka yang melamar tanpa pengalaman. Tapi, jika Anda menuliskannya, betapa besar jarak kesan kualitas yang Anda ciptakan antara Anda dan pelamar lainnya. Jangan ragu juga menuliskan IPK kita (jika memang terhitung bagus), pelatihan-pelatihan yang kita ikuti, kompetisi-kompetisi yang kita menangkan, dan keunggulan-keunggulan yang menunjukkan betapa cocoknya kita dengan lowongan tersebut.

 

Tertarik untuk tahu lebih banyak seputar cara bikin CV yang membuat Anda diundang wawancara kerja? Klik di sini untuk info selengkapnya!

Leave a Comment

Pintaria Blog
Upgrade Dirimu Sekarang!
No any image found. Please check it again or try with another instagram account.